26.1 C
Jakarta
September 30, 2020
Insight

12 Kesalahan Dalam Penjualan, Sering Tak Disadari Membuat Minim Closing

e-book

Aktivitas penjualan dalam berbisnis menjadi ujung tombak yang akan menentukan bisnis Anda. Tentu penjualan bukan sekedar menawarkan sebuah produk ke orang lain yang biasa disebut dengan konsumen. Sebagai penjual Anda harus memiliki cara atau strategi agar berhasil untuk closing, tetapi sering sekali Anda melakukan kesalahan dalam penjualan.

Kesalahan yang terjadi dalam penjualan bisa menyebabkan produk yang Anda tawarkan tidak terjual. Lebih buruknya lagi, Anda kehilangan konsumen. Agar kekeliruan tersebut dapat di minimalisir, Anda wajib mengetahui bagaimana cara agar terhindar dari berbagai kesalahan dalam proses penjualan.

Yuk simak apa saja kesalahan dalam penjualan yang sering ditemukan dan sering dilakukan hingga membuat minim closing.

Tidak Memiliki Persiapan

Sering sekali Anda dan saya mungkin melupakan segala persiapan untuk melakukan proses penjualan. Apa saja persiapan yang harus Anda lakukan?

Persiapan juga penting dalam proses penjualan, banyak orang yang mengabaikan hal ini. padahal, persiapan sangat penting. Salah satu persiapan yang wajib Anda lakukan mengenai produk. Apa saja yang ada dalam produk dan bagaimana Anda bisa mengenalkan produk kepada calon konsumen.

Persiapan ini sangat penting dilakukan untuk menunjang kinerja penjualan Anda nantinya. Dengan berbagai persiapan, Anda bisa menyiapkan materi apa yang cocok, mengenali calon prospek, hingga mengetahui kata-kata apa yang harus Anda keluarkan sebagai senjata Anda dalam mengenalkan produk ke calon pembeli hingga terjadi closing. Persiapan yang matang akan membuat Anda mudah dalam menjual produk.

Sekedar Menjual Produk

Kesalahan yang mungkin sering Anda lakukan dalam menjual produk, hanya ingin mendapatkan closing. Tanpa memikirkan apakah produk yang Anda jual benar-benar dibutuhkan oleh pelanggan Anda. Kadang, kita hanya berpikir untuk mendapatkan keuntungan semata, tanpa melihat kebutuhan pelanggan.

Dalam proses penjualan, Anda harus mengetahui apakah produk yang Anda tawarkan benar-benar mampu menjawab masalah pelanggan. Kadang, hal ini malah membuat calon konsumen membatalkan pembelian, sebab produk yang Anda tawarkan tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan.

Carilah masalah pada pelanggan, dan temukan solusi dengan brand yang akan tawarkan kepada pelanggan. Sehingga pelanggan akan puas, dan masalah mereka bisa teratasi dengan baik. Pelanggan tidak akan membuang-buang uang mereka hanya sekedar untuk membeli produk yang tidak bisa memecahkan masalah mereka.

Tidak Berani Bertanya

Kesalahan selanjutnya yang sering dilakukan oleh para sales pemula atau sebagai tim penjualan tidak bertanya pertanyaan tepat kepada calon pelanggan. Pertanyaan yang diajukan haruslah pertanyaan yang cukup sulit. Pertanyaan ini sering tidak diungkapkan, karena rasa malu dan takut membuat pelanggan tersinggung.

Coba Anda ajukan kepada para pelanggan dengan pertanyaan “Bagaimana opini Anda tentang harga dari produk kami?” atau “Kenapa Anda percaya dengan produk kami?” Pertanyaan ini sangat berani bukan, dan tentunya akan memberikan keyakinan bahwa produk Anda bisa menjawab kebutuhan mereka.

Menggunakan Cara Lama

Masih banyak para penjual yang menggunakan cara-cara lama dalam menjual produk atau jasa mereka. Mungkin cara lama hanya berlaku pada produk dan jasa tertentu, tetapi tidak efektif pada produk dan jasa lainnya. Pemasaran dan penjualan adalah ilmu dinamis, yang selalu berubah seiring dengan perkembangan zaman.

Seperti saat ini, semakin sibuknya seseorang. Apa lagi jika target konsumen Anda merupakan para pengusaha atau pelaku usaha, tentu untuk bertemu dengan mereka tidaklah mudah. Anda perlu effort lebih banyak. Seperti harus menghubungi staff mereka terlebih dahulu, mending kalau Anda memiliki jalan tol langsung kesana.

Menyiasati hal tersebut, Anda bisa menggunakan cara lain seperti dengan memanfaatkan sosial media atau website. Saat ini sangat mudah menjual produk melalui sosial media, meskipun tidak mudah-mudah sekali. Anda bisa menggunakan untuk mendapatkan konsumen baru. Bukankah ini akan lebih efektif dan efisien dibandingkan menggunakan cara lama?

Permainan Harga Akan Membuat Pelanggan Yakin

Mungkin Anda selalu berpikir bahwa harga menjadi satu-satunya pilihan seorang calon pelanggan untuk membeli produk. Ini juga menjadi alasan Anda, enggan menjual produk. Padahal tidak sepenuhnya benar loh hal ini.

Buktinya, banyak produk yang harganya cukup mahal dan Anda berpikir harga mahal saja masih banyak yang membeli. Apa tipsnya? Tentu para pelanggan ingin mendengarkan penjelasan mengenai produk dari Anda langsung. Bagaimana Anda menawarkan produk menjadi kunci Anda bisa sukses dan closing.

Berbelit-Belit Menjelaskan Produk

Komunikasi memang sangat penting dalam menjelaskan niat dan tujuan kita kepada calon pelanggan. Banyak penjual yang selalu menjelaskan dengan cara yang berbelit-belit hingga membuat pelanggan merasa bosan mendengarkan penjelasan Anda. Mungkin saja, si pelanggan sudah tertarik untuk membeli produk Anda, karena penjelasan yang terbelit-belit membuat dirinya membatalkan pembelian.

Bahkan closing bisa saja terjadi tanpa ketemu loh. Karena pelanggan telah yakin dengan penjelasan mengenai produk dan jasa kepada Anda yang telah menjawab pertanyaan konsumen dengan baik maupun telah menjelaskan kepada konsumen dengan detail sesuai dengan yang mereka harapkan.

Janji Berlebihan

Pernah tidak Anda secara tidak sengaja maupun sengaja membuat pernyataan janji kepada pelanggan? Misal, mengenai akan di masukannya fitur terbaru sesuai dengan permintaan pelanggan tersebut? Jika pernah dan fitur yang diminta tidak kunjung di terima pelanggan apa jadinya ?

Kesalahan dalam penjualan mengenai pemberian janji kepada konsumen sering sekali dilakukan oleh para penjual. Hal ini dilakukan demi konsumen membeli produk. Padahal, secara jangka panjang hal ini hanya membuat citra brand Anda bermasalah. Jadi jangan sampai Anda berjanji yang enga-enga kepada konsumen.

Tidak Aktif

Hanya menawarkan tanpa berpikir harus closing sering sekali dilakukan oleh para penjual baru atau pemula. Mereka hanya sekedar menawarkan, tanpa menghubungi kembali si pelanggan.

Sebagai contoh, ketika pertama kali menawarkan produk, hal ini memang cukup mengasyikan dan terdapat semangat tinggi dalam diri. Hampir semua kontak atau calon prospek di hubungi. Namun Anda hanya menghubungi satu dua kali saja, selebihnya Anda tidak menghubungi konsumen itu lagi dan berharap konsumen yang akan menghubungi Anda.

Kurangnya Melihat Pasar

Sering sekali para pelaku penjual tidak melihat pasar. Bahkan mereka tidak tahu siapa saja target pasar. Ini sering terjadi dan menjadi momok bagi siapapun yang mencobanya. Dalam menawarkan produk, Anda harus melakukan spesifikasi konsumen target Anda. Ini akan memudahkan Anda dalam melihat pasar.

Kesalahan dalam penjualan dengan tidak melihat pasar tampaknya sering sekali terjadi pada penjual pemula. Sering sekali penjual merasa semua orang bisa menjadi pelanggan mereka, padahal tidak. Sebab tidak semua orang bisa menjadi konsumen Anda, meskipun harga produk Anda sangat terjangkau.

Fokus Pada Penampilan

Banyak tim penjual yang hanya fokus pada tampilan depan produk yang mereka jual. Ketika tampilan depan tidak menarik, mereka enggan mencari pelanggan bahkan sering menjadi alasan bahwa pelanggan tidak mau membeli, padahal mereka belum menawarkan.

Bisa saja, ketidaktertarikan konsumen terhadap produk yang Anda tawarkan disebabkan oleh penyampaian keunggulan produk yang tidak relevan kepada pelanggan. Membuat pelanggan merasa bahwa produk yang Anda tawarkan tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.

Ingin Pelanggan Datang Sendiri

Sering sekali para pelaku usaha menginginkan pelanggan datang sendiri menanyakan produk. Mereka menganggap semua strategi pemasaran dan penjualan hanya akan memangkas biaya operasional serta akan menjadi beban bagi perusahaan ke depan.

Banyak yang menganggap produk mereka sudah sangat berkualitas, sehingga tidak perlu di promosikan secara masif. Sebab, konsumen akan datang dengan sendirinya. Padahal ini kesalahan dalam penjualan jika tidak dilakukan promosi yang baik, tentu akan membuat Anda kalah saing dengan produk kompetitor.

Memberikan Diskon Terburu-Buru

Demi menggaet pelanggan baru, banyak brand yang menarik dengan cara memberikan diskon kepada pelanggan di awal. Karena harusnya di tahap awal pengenalan produk, value lebih penting dibandingkan diskonan. Memang masih banyak pelaku bisnis salah kaprah akan hal ini.

Jangan hanya sekedar memberikan harga termurah kepada pelanggan. Cobalah untuk memaksimalkan dengan memberikan mereka solusi untuk mengatasi permasalahan mereka. Dengan begitu konsumen akan merasa bahwa brand yang Anda jual bisa menjadi pilihan untuk mereka dan konsumen seperti ini tentu akan lebih setia dengan brand mereka.

Kesalahan dalam penjualan memang cukup banyak dan sering dilakukan oleh tenaga penjual. Secara garis besar 12 poin-poin kesalahan yang telah disebutkan bisa menjadi rujukan Anda untuk tidak melakukan hal tersebut di lain waktu. Dengan menghindari kesalahan, Anda akan mendapatkan closing lebih banyak lagi.

Artikel Terkait

Catat! Cara Cuan Maksimal Saat Gabung Accurate Digital Partner

rumi

Leave a Comment