28.7 C
Jakarta
February 25, 2021
Insight

3 Metode Pembayaran THR Di Masa COVID-19, Kamu yang Mana?

e-book

Bentar lagi THR (tunjangan hari raya) cair. Uang THR sering sekali digunakan untuk melakukan mudik dan membeli keperluan hari raya lainnya. Belum lagi, menyiapkan segala kebutuhan THR untuk dibagi-bagikan kepada sanak saudara dan family lainnya. Mungkin saat ini berbeda, terlebih Anda tidak boleh pulang kampung, dan kondisi ekonomi global yang tidak menentu akibat mewabahnya virus Corona serta belum adanya kepastian mengenai metode pembayaran THR di masa COVID-19.

THR merupakan uang tambahan dari perusahaan yang biasa diperoleh setiap hari raya. Umumnya, perusahaan akan membagikan uang THR kepada karyawan paling telat 14 hari sebelum hari raya. Uang THR menjadi uang tambahan untuk kebutuhan selama hari raya. Tetapi, banyak yang khilaf ketika mendapatkan uang THR. Bagaimana dengan kondisi saat ini, apakah pembayaran THR tetap dilakukan perusahaan atau tidak.

Namun, mungkin saat ini Anda juga akan mewanti-wanti dalam mendapatkan THR. Beruntunglah buat Anda yang masih mendapatkan uang THR secara full. Namun, banyak diantara rekan, kerabat kita yang hanya mendapatkan THR 50% dari biasanya bahkan mereka tidak mendapatkan uang THR sama sekali.

Ada beberapa hal terkait pembayaran THR di masa COVID-19 tahun ini. Terutama bagi perusahaan-perusahaan yang terdampak langsung dengan wabah COVID-19. Lalu, beberapa asosiasi pengusaha pun menuntut pemerintah untuk keringanan dalam membayar THR kepada pegawainya. Ada 3 metode pembayaran THR yang dirangkum oleh Accurate.Partners dengan mengutip dari berbagai sumber.

THR Di Masa Pandemi

Anda pasti bertanya-tanya “apakah saya mendapatkan THR?” Syukur kalau Anda masih mendapatkan THR. Jika tidak, maka Anda harus mencari sampingan lain untuk memenuhi kebutuhan menjelang hari raya.

Belum ada kebijakan pasti dari Pemerintah berkaitan dengan THR bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia.  Namun beberapa perusahaan telah memastikan berkaitan THR yang akan mereka bagikan kepada karyawan. Ada tiga metode pembayaran THR yang terangkum oleh tim Accurate.partners.

Perusahaan Wajib Memberi THR

Kementerian Ketenagakerjaan mewajibkan para pengusaha untuk tetap membayar THR kepada para karyawan, meskipin berada ditengah pandemi COVID-19.  Perusahaan wajib membayarkan THR minimal 7 hari sebelum hari raya.

Hal ini juga berlaku bagi industri pariwisata yang sangat berdampak akibat COVID-19. Mengutip dari CNBC, presiden Joko Widodo akan memberikan semacam insentif kepada pengusaha di bidang pariwisata yang terdampak COVID-19.

Mencicil THR Kepada Karyawan

Pengusaha diperbolehkan untuk menyicil THR kepada karyawan, dengan catatan disepakati oleh para pekerja. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah. Pengusaha diperbolehkan untuk melakukan diskusi bersama dengan karyawan untuk melakukan proses pembayaran THR, baik itu dicicil atau ditunda.

Keputusan tidak boleh diambil sepihak oleh perusahaan. Perusahaan wajib melakukan keputusan atas dasar kesepakatan bersama dengan apra pekerja.

Tidak Ada THR

THR bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) golongan III kebawah tetap mendapatkan THR. Tetapi PNS golongan II dan I tidak mendapatkan THR. Hal ini sesuai dengan keputusan Menteri Keuangan berdasarkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang pemberian Tunjangan Hari Raya tahun 2020 kepada pegawai Negeri Sipil, Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pegawai Nonpegawai Negeri Sipil, dan Penerima Pensiun dan Tunjangan.

Namun RPP ini tidak berlaku bagi perusahaan swasta. Meskipun beberapa pegawai swasta mengatakan bahwa perusahaan mereka tidak mencairkan THR. Ada yang hanya mendapatkan THR 50% saja. Semua kembali kepada perusahaan masing-masing.

Bagaimana agar mendapatkan THR atau setidaknya uang tambahan selama masa COVID-19? Accurate.partners akan memberikan solusinya.

Menjadi Accurate Digital Partner Solusi Kebuntuan di Masa COVID-19

Apakah ada THR di masa Pandemi? tentu ini menjadi salah satu pertanyaan banyak pihak. Terutama para karyawan. Belum lagi, bagi mereka yang bekerja di sektor-sektor yang paling terkena imbas virus COVID-19 seperti sektor pariwisata dan hiburan yang benar-benar terdampak. Namun semua bisa di minimalisir dengan program dari Accurate.Partners.

Selama masa COVID-19 banyak pekerja yang mengkhawatirkan nasib THR mereka. Belum lagi, bagi mereka yang kehilangan pekerjaan selama masa pandemi Corona. Namun, untuk menemukan solusi dari kebuntuan tersebut, Anda bisa mencoba untuk memulai bisnis lainnya. Banyak bisnis yang bisa Anda lakukan diluar sana, tetapi tidak

Salah satu bisnis yang bisa Anda lakukan adalah menjadi Accurate Digital Partner (ADP). Accurate Digital Partner adalah partner atau mitra penjualan resmi dari produk-produk yang dikembangkan oleh PT Cipta Piranti Sejahtera, seperti Accurate Online, Accurate Lite & Rene POS yang bertujuan untuk membantu UKM & Pelaku Bisnis di seluruh Indonesia.

Saat ini, sudah terdapat lebih dari 3500 Accurate Digital Partners yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan rata-rata fee dalam satu bulan sebesar Rp 1 juta rupiah. Jumlah tersebut, belum termasuk dengan bonus lainnya, seperti bonus share & earn dan bonus downline program. Mau tau lebih lengkap tentang Accurate Digital Partner? Klik banner dibawah ini.

Accurate Digital Partner

Artikel Terkait

6 Tips Mudah Mengatur Uang Di Masa Sulit Selama Pandemi Corona

rumi

Usaha Rumahan Menjamur Saat Pandemi, Tips Tingkatkan Penjualan Accurate Online

rumi

7 Tips Meeting Saat New Normal Bersama Konsumen untuk ADP

rumi

Leave a Comment