5 Orang India Kuasai Perusahaan Teknologi Dunia

Membahas tentang India, yang ada di benak Anda tentu film Bollywood. Kita akan membahas tentang sisi lain Negara India, namun bukan film Bollywood. Melainkan kisah orang-orang India mampu menduduki posisi puncak perusahaan teknologi dunia.

India menjadi Negara dengan penduduk terbesar kedua setelah Tiongkok, jumlah penduduk mencapai angka 1,3 milliar. Di prediksi, India akan menjadi Negara dengan penduduk terbesar pada 2050. Tak khayal, saat ini kita semakin mudah menemukan orang India di beberapa Negara, termasuk Indonesia.

Sekarang India, tidak lagi sekedar menjadi Negara yang terkenal dengan film dan para bintang filmnya saja. Ya, mereka sekarang menjadi penggerak teknologi dunia. Tak khayal, lebih dari 10 perusahaan teknologi dunia, memilih orang India untuk mengisi posisi Chief Excecutive Officer.

Siapa saja kah mereka? Yuk kita ulas lima orang india yang menduduki perusahaan teknologi dunia terbesar di dunia.

Satya Nadella, CEO Microsoft

Photo: by Alex Konrad. Forbes.com

Satya Nadella di angkat menjadi CEO Microsoft pada 2014 menggantikan Steve Ballmer. Di akhir Februari 2020 lalu, Nadella sempat datang ke Indonesia untuk menghadiri Digital Economy Submit 2020 di Jakarta.

Nadella berpesan bahwa ekonomi digital bukan hanya persoalan bagaimana menyediakan konsumsi bagi konsumen. Hal paling penting perusahaan mampu memberikan produktivitas dan pertumbuhan inklusif, dapat dipercaya dan berkelanjutan.

Bagaimana Satya Nadella bisa menduduki posisi CEO di Microsoft dan apa sih kata Nadella untuk bisa sukses.

Masuk Microsoft pada 1992 setelah resign dari Sun Microsystems,Inc Nadella dikenal sebagai salah satu pegawai yang sukses dalam mengembangkan produk andalan Microsoft. Seperti Cloud Computing dan Microsoft Office 365. Karirnya di Microsoft sangat cemerlang, hingga ia mampu membawa BING (mesin pencari milik Microsoft) lebih bersinar dibandingkan sebelumnya.

Sebelum menjabat sebagai CEO Microsoft, Nadella merupakan Wakil Presiden Eksekutif dan Entreprise Cloud Group Microsoft. Dibawah kepemimpinan Nadella produk cloud Microsoft menghasilkan keuntungan yang cukup besar. Pertimbangan besar penunjukan Nadella menjadi CEO Microsoft.

Sebelum Nadella mengisi posisi CEO di Microsoft, perusahaan yang didirikan Bill Gates tersebut sempat redup dan mengalami kerugian yang cukup besar. Tak disangka, dibawah kepemimpinan Nadella Microsoft kembali Berjaya dengan omzet triliunan rupiah.

Luar biasa, sebagai orang kelahiran 19 Agustus 1967 di Hyderabad, India. Nadella mampu merubah perusahaan besar dunia tersebut. Meskipun sebelumnya  para pemegang saham menginginkan penunjukan CEO Microsoft diisi oleh kalangan eksternal.

Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari Nadella, ia bukan siapa-siapa. Lalu dia bisa menjadi orang nomor dua di Microsoft setelah Bill Gates. Dengan kegigihan dan pandangannya terhadap masa depan, Nadella berhasil membawa Micrsoft bersaing dengan perusahaan seperti Google dan Amazon.

Shantanu Narayen, CEO Adobe

Photo: by Gary Reyes/Bay Area News Group. Mercurynews.com

Kalau mendengar kata Adobe yang muncul dibenak kepala berbagai software untuk desain, editing video, hingga software pembaca PDF. Jarang ada yang tahu siapa CEO Adobe, berbeda dengan Microsoft. Tapi siapa sangka, kalau CEO Adobe berasal dari India juga loh, namanya Shantanu Narayen.

Shantanu telah menjadi CEO Adobe sejak 2007, ia bergabung di Adobe sejak 1998. Sebelum bergabung di Adobe, Shantanu merupakan anak buah Steve Jobs di Apple.

Pria kelahiran Hyderabad India membawa Adobe sebagai perusahaan dengan nilai valuasi yang besar. Padahal, saat itu Adobe sedang dalam keterpurukan. Hanya dalam satu dekade, Shantanu merubahnya. Saat ini, produk Adobe selalu digunakan oleh siapapun di seluruh dunia untuk kebutuhan konten-konten di internet.

Pendapatan Adobe juga meningkat dari produk cloud yang dimilikinya. Pada 2017 86% pendapatan Adobe didapatkan dari layanan cloud yang mereka miliki. Membuat Adobe menjadi perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tercepat saat itu.

Shantanu berhasil menjadikan Adobe sebagai software yang digunakan oleh semua situs dan aplikasi, bahkan 23 dari 25 perusahaan di Eropa menggunakan produk Adobe, mulai dari Bank hingga bisnis perfilman menggunakan Adobe.

Ada pesan menarik dari Shantanu untuk kita semua, Ia menganggap bahwa tidak ada kegagalan. Setiap orang akan selalu belajar dan mendapatkan pengalaman. Bisa saja seorang melihat perjalanan karir dan mencemooh proses yang mereka lewati.

“Saya akan melihatnya kembali dan berkata bahwa saya telah belajar bagaimana membangun sebuah tim, mengumpulkan uang, menjual visi, dan membuat produk. Itu adalah batu loncatan besar bagi saya,” terang Shantanu seperti dikutip dari Bisnis.com.

Ajay Singh Banga, CEO MasterCard

Photo: Economictimes.indiatimes.com

Kata MasterCard bukanlah benda atau tulisan asing bagi kita.  Hampir setiap hari kita selalu melihat dan menemukan tulisan tersebut. Saat memegang kartu ATM, masuk ke mesin ATM, hingga di beberapa restoran pun kita akan menemukan kata dan logo MasterCard.

MasterCard merupakan jaringan kartu kredit terbesar di dunia. Bersaing dengan Visa yang sama-sama memiliki lini bisnis yang sama. Bahkan keduanya berasal dari Negara yang sama, Amerika.

Kesuksesan MasterCard dalam 10 tahun terakhir tidak terlepas dari tangan dingin Ajay Singh Banga, CEO asal India. Sebelumnya Ajay merupakan COO (Chief Operating Officer) MasterCard. Pada 1 Juli 2010, Ajay menduduki posisi nomor 1 di MasterCard. Meskipun di bulan ini, Ajay melepas posisinya tersebut.

Dibawah kepemimpinan Ajay, MasterCard berevolusi dari perusahaan dengan nilai $26,5 miliar menjadi perusahaan raksasa senilai $ 301 milliar. Hal tersebut membuat Ajay menjadi CEO Inovatif di dunia. Ia berhasil membawa MasterCard sangat diminati oleh generasi milenial.

Ajay juga berhasil menjadikan MasterCard sebagai perusahaan yang diisi oleh anak-anak muda dengan ide-ide kreatif. Hingga membuat MasterCard bisa digunakan dalam pembayaran e-commerce. Kesuksesan yang tidak pernah terpikirikan sebelumnya.

Keberadaannya di MasterCard berhasil dalam menemukan pasar baru dengan inisiatif teknologi dengan menargetkan industri kesehatan dan supply chain. Hingga merubah budaya kerja di MasterCard.

Arvind Krishna, CEO IBM

Namanya memang belum secara resmi menjabat sebagai CEO. Namun, dirinya sudah terpilih menjadi CEO perusahaan teknologi IBM (International Business Machines). Arvind Krishna akan menjabat CEO IBM pada 6 April 2020. Lagi, orang India memegang puncak tertinggi perusahaan teknologi dunia.

IBM merupakan perusahaan penyedia perangkat keras dan perangkat lunak dunia. Mulai dari mesin ATM, floppy disk, hard disk drive, magnetic stripe card, SQL, hingga barcode yang digunakan banyak perusahaan dunia merupakan buatan IBM.

Namun perusahaan ini baru dikenal luas tahun 1980-an ketika mereka menciptakan sebuah kmputer yang mampu menjalankan ribuan software, dikenal dengan PC IBM. Kita tidak akan membahas sejarah IBM secara jauh.

Bergabung sejak 1990, Arvind selalu memegang posisi eksekutif, manajemen produk, hingga penelitian. Saat ini, ia masih menjabat sebagai Wakil Presiden Senior untuk produk cloud dan produk lunak kognitif IBM.

Arvind akan bertanggung jawab atas semua lini bisnis seperti IBM Cloud, IBM Security, dan Cognitive Applications. Dia memimpin sekitar 3000 ilmuwan dan teknologi yang berlokasi di 12 laboratorium IBM di enam benua.

Terpilihnya Arvind karena ia memiliki peran penting dalam menggerakan produk Artificial Intelligence, cloud, dan blockchain IBM. Arvind juga menjadi orang penting saat IBM akuisisi Red Hat senilai $ 34 milliar. Rekam jejak transformasi yang berani dan bukti membawa bisnis IBM lebih maju menjadi alasan pemilihan Arvind sebagai CEO IBM di 6 April nanti.

Sundar Pichai, CEO Google

Photo: by James Martin. CNET.com

Mungkin kalian sudah tidak asing lagi dengan CEO yang satu ini. Bertengger menjadi CEO perusahaan teknologi dunia yang merubah dunia karena internet, Sundar Pichai, laki-laki asal India yang mampu meyakinkan Larry Page bahwa ia mampu memimpin Google.

Bukan terlahir dari keluarga kaya, tetapi memiliki kemampuan luar biasa. Menjadikan Pichai sukses untuk menduduki posisi tertinggi Google. Meskipun ia baru bergabung dengan Google bersamaan saat Google meluncurkan Gmail pada 2004.

Lahir dari keluarga miskin pada 12 Juli 1972, bukan berarti tidak memiliki kemampuan besar. Pichai pernah membuat kaget rekan kantornya karena mampu menghafal semua nomor telepon. Mengawali karir menjadi pemimpin produk dan inovasi perangkat lunak. Ia bertanggung jawab atas pengembangan Google Chrome dan Google Maps.

Pemilihan Pichai dilakukan saat Agustus 2015. Saat itu juga, terdapat isu bahwa Google sedang melakukan restrukturisasi besar-besaran. Di bagian benua lain, juga terjadi perayaan besar-besaran tepatnya di Tanah kelahiran Pichai, India.

Pichai juga menjadi orang yang meyakinkan petinggi Google kalau mereka harus memiliki browser sendiri. Divisi yang ia naungi akhirnya menciptakan Google Chrome. Hingga saat ini, Chrome menjadi peramban favorit di seluruh dunia oleh para pengguna internet.

Tidak sampai situ saja, di 2013 saat Smartphone sedang berkembang. Pichai mencetuskan ide agar Google membuat smartphone Android One untuk di pasarkan pada Negara-negara berkembang dengan harga yang ekonomis.

Prestasi yang dihadirkan oleh Pichai untuk mengembangkan Google akhirnya membawa dirinya bisa sukses dalam mengembangkan berbagai hal di Google hingga terpilih menjadi CEO.

Terpilihnya Orang India Menjadi CEO Perusahaan Teknologi Dunia

Menjadi sukses bukanlah hal yang bisa diraih dalam waktu singkat. Semua dilakukan dengan berbagai proses, inovasi dan konsistensi.

Banyaknya orang India yang menjadi CEO perusahaan teknologi dunia memang mengemparkan seluruh dunia. India bukanlah Negara yang memiliki industri teknologi besar, tetapi beberapa tahun terakhir industri teknologi India memang berkembang pesat. Dan banyak anak-anak muda India merantau ke Eropa dan Amerika untuk mempelajari teknologi.

Etos dan budaya kerja orang India yang berbeda dibandingkan orang-orang Negara lain, menjadikan mereka bisa menduduki posisi puncak di perusahaan teknologi dunia dengan benar-benar memulai dari bawah. Rata-rata para CEO masuk ke perusahaan teknologi, memulai karir dari engineer.

India telah menunjukan kepada dunia, bahwa mereka memiliki orang-orang yang cerdas untuk menguasai teknologi dunia. Sekarang, teknologi telah dikuasai orang-orang India.

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment