28.3 C
Jakarta
August 5, 2021
Insight

5 Rahasia Sukses Membangun Bisnis Keluarga

e-book

Sadar atau tidak, di dunia maupun di Indonesia ada perusahaan besar yang ternyata perusahaan tersebut berasal dari bisnis keluarga. Membangun bisnis keluarga memang tidak mudah dan tidak sulit juga. Terkadang ada yang mengatakan lebih enak membangun bisnis bersama dengan orang lain dibandingkan dengan membangun bisnis keluarga.

Beberapa bisnis keluarga terbilang sukses, bahkan cukup terkenal. Kita bisa melihat Bakrie Grup, Salim Grup, Ciputra, Sinar Mas, hingga Djarum Grup merupakan perusahaan yang dikelola sebagai bisnis keluarga. Perusahaan multinasional seperti LG, Ford, Walmart, BMW dan Berkshire Hathaway adalah perusahaan yang berasal dari keluarga.

Artikel Terkait : Besar dan Bonafide, 7 Daftar Perusahaan keluarga Di Indonesia yang Masih Eksis

Bagaimana Membangun Bisnis Keluarga agar Sukses seperti Perusahaan Besar Lainnya?

Apa rahasia membangun bisnis keluarga bisa mencapai besar dan sukses? Tentu memerlukan langkah dan cara yang berbeda dalam mengelola bisnis agar sama-sama menghargai serta bisnis bisa bertahan dari generasi ke generasi.

Perjanjian Tertulis

Ketika Anda memang sudah berencana akan melakukan membangun bisnis keluarga, Anda tetap wajib menyiapkan perjanjian tertulis. Isi perjanjian tentunya berisi mengenai perjanjian kerja, pembagian hasil, batasan dalam bisnis, pembagian jobdesk, dan tanggung jawab lainnya.

Hal ini penting, untuk keberlangsungan bisnis Anda ke depannya. Banyak pihak yang sering mengabaikan kondisi ini. Meskipun dengan keluarga, Anda tetap harus menuliskan hitam diatas putih agar bisa terhindar dari setiap masalah yang tidak diinginkan oleh Anda.

Tanpa adanya perjanjian tertulis, ditakutkan ketika terjadi konflik. Akan berbuntut dengan hubungan kekeluargaan Anda. Lebih ditakutkan, ketika Anda melakukan kesalahan dalam bisnis tersebut, membuat Anda seperti orang yang tidak saling mengenal saat bertemu dalam bisnis keluarga.

Jangan pernah berasumsi, karena Anda bekerja dengan keluarga, Anda tidak memerlukan perjanjian tertulis yang disepakati bersama. Bahkan Anda juga harus mencatatkan hal-hal kecil, seperti liburan dan berbagai hal lain.

Gunakan Pihak Ketiga

Siapa pihak ketiga? Tentunya pihak ketiga adalah orang luar keluarga Anda. Pihak ketiga adalah pihak yang netral, bisa jadi seorang konsultan. Konsultan akan menjadi mediator ketiga adanya masalah dalam bisnis nantinya (hal yang tidak mungkin bisa Anda hindari). Pihak ketiga ini akan menjadi penyeimbang antara Anda dan kerabat Anda yang terhubung dalam bisnis.

Hubungan antara keluarga dan bisnis sangatlah berbeda. Berpuluh-puluh tahun Anda mengenal keluarga Anda dengan karakter berbeda. Biasanya Anda hanya terhubung karena hubungan kerabat, tentu saat menjalankan bisnis hubungan Anda menjadi hubungan professional. Perbedaan pendapat dan pandangan mungkin saja terjadi. Namun bagaimana Anda berdua bisa menyikapinya, disinilah diperlukan seorang pihak yang bersikap netral diantara hubungan kalian.

Tentukan Batasan

Semua pekerjaan dalam satu bisnis tentu tidak bisa dilakukan oleh satu orang. Bahkan dalam bisnis pada umumnya, semua orang memiliki porsi pekerjaan masing-masing. Anda juga tidak boleh mengambil porsi tersebut, jika Anda ingin tampak seperti orang yang professional dalam bisnis.

Salah satu kesuksesan membangun bisnis keluarga dengan mengetahui batasan masing-masing dalam bekerja dan membangun kesuksesan bisnis. Usaha yang Anda lakukan secara bersama-sama, harus saling percaya. Anda boleh mengetahui pekerjaan yang dilakukan oleh kerabat Anda, tetapi Anda tidak boleh menganggu atau masuk ke dalam pekerjaannya tersebut. Anda tetap harus dalam batasan masing-masing.

Selain itu, Anda juga harus membagi batasan antara hubungan keluarga dengan hubungan bisnis. Jangan sampai membawa masalah keluarga di dalam ruang meeting dan membawa urusan pekerjaan di dalam rumah atau saat Anda berkumpul bersama keluarga besar.

Merekrut Pegawai dari Luar

Dalam membangun bisnis keluarga, ketika di pucuk pimpinan sudah ada Anda dan orang yang masih dalam garis keluarga Anda. Tentu untuk beberapa posisi harus merekrut pihak eksternal. Disini untuk menghindari terjadi sesuatu yang menampakan bahwa bisnis Anda berisi keluarga secara keseluruhan.

Merekrut pimpinan maupun staf dari luar tentu bisa membawa bisnis kepada kesuksesan. Dimana orang-orang eksternal yang memiliki pemikiran dan ide berbeda dengan Anda bisa membuat perusahaan yang Anda bangun menjadi beragam. Tentu tidak semua anggota keluarga yang Anda kenal memiliki kemampuan dan keahlian yang dibutuhkan dalam perusahaan.

Jangan Pernah Melupakan Komunikasi

Dalam bisnis apapun, Anda memerlukan komunikasi yang baik. Ketika ada suatu masalah cobalah untuk di diskusikan secara bersama. Kompromi dengan baik, ajak konsultan dari luar keluarga. Sehingga Anda dan saudara kandung atau keluarga yang ikut terlibat tidak menunjukan ego masing-masing.

Bisnis bukan sekedar perjalanan yang lurus seperti jalan tol, Anda akan menemukan titik-titik yang mana Anda dan keluarga berdebat tentang bisnis. Terkadang, Anda mengambil keputusan sepihak dan merasa keputusan yang Anda pilih merupakan keputusan paling benar.

Coba Anda diskusikan lebih baik lagi, mengenai setiap pekerjaan yang Anda lakukan. Kesalahpahaman atau masalah dalam bisnis bisa di diskusikan secara bersama. Asalkan Anda bisa membangun komunikasi yang baik dan selalu berpikir positif untuk segala hal yang Anda hasilkan secara bersama.

Baca Juga : 3 Strategi Adaptasi Bisnis Di New Normal yang perlu Di Adopsi

Mengapa Ada Bisnis Keluarga yang Gagal ada juga yang Berhasil?

Banyak orang bertanya, ada bisnis keluarga yang berhasil dari generasi ke generasi ada juga yang gagal. Apa kunci keberhasilan dari membangun bisnis keluarga? Tentu ada kunci yang harus Anda ketahui. Keberhasilan bisnis keluarga tidak terlepas dari menjaga kesatuan keluarga. Kunci membangun bisnis keluarga hingga berhasil dan sukses, mereka memiliki tujuan tentang keluarga mereka. Memiliki waktu bersenang-senang.

Biasanya bisnis keluarga yang gagal adalah keluarga yang tidak bisa menjaga pergantian generasi. Mereka tidak memberikan mandat kepada generasi berikutnya untuk mengelola perusahaan. Terjadi ketika para generasi tua tidak mau perusahaan atau bisnis mereka dikelola oleh generasi berikutnya.

Artikel Terkait

5 Hal Penting yang Harus Dimiliki Ketika Ingin Membangun Bisnis

rumi

8 Cara Pengusaha Pemula Agar Cepat Sukses Berbisnis

rumi

Leave a Comment