Astaga! 6 Industri yang Mengalami Kerugian Besar Akibat Corona

Kehadiran pandemi Corona atau COVID-19 membuat ekonomi ‘melempem’. Beberapa sektor ekonomi mengalami kerugian miliaran rupiah. Jika pandemi ini tidak juga berhenti, perekonomian Indonesia akan kalangkabut. Berbagai industri sedang mengalami dampak kerugian yang luar biasa hingga berujung PHK karyawan.

Semakin lama wabah Covid-19 berlangsung, tentu semakin terpuruk ekonomi Indonesia. Jika waktu yang dibutuhkan bagi bisnis kembali ke aktivitas normal, tentu tidak akan secara langsung mendorong aktivitas bisnis. Hal ini akan berpengaruh terhadap nasib para pekerja di sektor-sektor tersebut.

Berikut daftar sektor yang paling terkena imbas akibat Covid-19

Pariwisata

Sektor yang paling pertama terdampak imbas virus Covid-19 adalah pariwisata. Beberapa hotel seperti di kota-kota pariwisata, seperti Bali, Lombok, Yogyakarta, Batam, Labuan Bajo dan Bangka Belitung sepi pengunjung. Bahkan banyak pengunjung yang membatalkan kunjungan mereka. Di Yogyakarta sendiri, hingga tanggal 17 Maret 2020, kerugian telah mencapai angka Rp 33,6 miliar.

Photo by freepik from Freepik.com

Selain hotel, sektor penerbangan juga menjadi salah satu sektor yang terkena imbas dari penyebaran Covid. Salah satu maskapai Inggris Flybe menyatakan bangkrut di awal Maret 2020. Ia menjadi maskapai pertama dunia yang menyatakan bangkrut di tengah wabah Corona.

Di Indonesia, pengaruh penerbangan domestik juga berimbas terhadap Corona. Terlebih, untuk tujuan internasional. Maskapai di Indonesia terpengaruh akan penurunan penumpang. Direktur Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan bahwa penerbangan internasional, seperti tujuan Jakarta-Singapura-Jakarta, dalam kondisi normal 10 penerbangan dalam satu hari, kini, hanya 3 penerbangan sehari. Belum lagi, penerbangan umroh yang di batalkan membuat pemasukan Garuda Indonesia turun drastis.

Travel Agen

Satu sektor yang cukup terdampak dari wabah Covid-19 adalah Travel agen. Indonesia dengan Negara mayoritas muslim dunia, sektor travel Haji dan Umroh merupakan sektor yang cukup banyak mengundang devisa Negara. Namun, semenjak pemerintah Arab Saudi menutup Umroh akibat Corona, membuat travel Haji dan Umroh mengalami kerugian dan beberapa travel terancam bangkrut.

Mengutip Bisnis.com, kerugian yang dialami oleh industri travel umrah dan haji dapat mencapai angka Rp 2 triliun per bulan. Bahkan travel agen akan melakukan PHK terhadap karyawan, jika kondisi tidak juga membaik dalam waktu dekat.Tentu hal ini akan mempengaruhi kondisi keuangan si travel tersebut.

Restoran

Photo by freepik from Freepik.com

Bisnis yang paling merasakan sulitnya bersaing dan mendapatkan konsumen akibat mewabah virus corona adalah restoran. Dampak, tidak bolehnya ada aktivitas diluar rumah membuat sektor ini paling merasakan dampak. Tentu kerugian tidak mampu dihindari oleh para pebisnis restoran.

Selain WFH, sedikitnya kunjungan wisatawan membuat restoran tidak banyak memiliki kunjungan. Masyarakat lebih memilih untuk melakukan aktivitas didalam rumah dan menyetok kebutuhan pokok dibandingkan mereka harus membeli diluar.

Hiburan

Sektor yang terpengaruh dan berimbas terhadap corona adalah hiburan. Hal ini dikarenakan, pemerintah sudah melarang adanya orang berkumpul, dan berkerumun. Termasuk di taman hiburan. Membuat sektor ini mengalami kerugian dan banyak karyawan tidak bekerja.

Tentu, jika berlangsung lama. Sektor ini tidak akan mendapatkan pemasukan. Sehingga akan cukup berat untuk menggaji karyawan mereka. Ancaman PHK pun menanti para pekerja di sektor hiburan. Padahal, sektor hiburan sedang gencar-gencarnya di Indonesia.

Salon dan Kecantikan

Photo by freepik from Freepik.com

Ketika semua orang takut untuk pergi keluar rumah, termasuk juga untuk perawatan. Mereka akan lebih memilih menunggu waktu hingga kondisi lebih aman. Dibandingkan untuk bepergian, termasuk dalam melakukan perawatan diri, seperti pergi ke salon dan kecantikan.

Hal ini berdampak, pada pemasukan pihak salon dan kecantikan tersebut. Mereka lebih memilih untuk merumahkan beberapa pegawai untuk mengurangi budget operasional serta gaji karyawan dibandingkan harus tetap beroperasi dengan kondisi sepi.

Retail

Dibalik adanya panic buying dibeberapa wilayah di Indonesia, sektor retail menjadi sektor yang cukup merasakan dampak dari virus Corona. Pasalnya, pencegahan orang untuk beraktivitas di luar rumah, membuat pusat-pusat pembelanjaan menjadi sepi bahkan beberapa menutup toko-toko mereka.

Bagi para pemilik toko, tentu ini cukup memberatkan. Mereka tidak mendapatkan pemasukan yang cukup untuk biaya operasional seperti menggaji karyawan. Pada akhirnya, beberapa toko juga mau tidak mau harus melakukan aktivitas. Meskipun tidak ada pembeli seperti hari biasa.

Bagaimana Para Pekerja Sektor Industri Tersebut?

Bukan hanya para pengusaha yang mengeluh akan kondisi tersebut. Tetapi kondisi ini, juga sangat berpengaruh terhadap para pekerja di sektor-sektor tersebut. Hingga beberapa perusahaan ada yang merumahkan karyawan tanpa gaji, hingga kondisi kembali stabil.

Meskipun beberapa konsumen telah melakukan pembayaran, kondisi tersebut tidak dapat membantu banyak perusahaan untuk tetap memperkerjakan pegawai mereka. Beberapa perusahaan di wilayah-wilayah wisata, juga telah merumahkan karyawan. Saat ini, mereka yang terdampak. Masih menunggu nasib mereka kedepan.

Memulai Pekerjaan Sampingan

Demi menyambung hidup, para karyawan yang di rumahkan pada sektor-sektor tersebut, harus mampu mendapatkan penghasilan di rumah. Namun berbisnis saat ini tidak lah mudah, karena harus memiliki modal dan tempat untuk usaha.

Tenang, Accurate.partners akan membantu Anda semua yang baru saja di rumahkan, maupun Anda yang tetap bekerja untuk tetap bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Ini merupakan bisnis yang bisa Anda jalankan darimana saja dan kapan saja.

Bisnis tersebut yaitu Accurate Digital Partners (ADP). ADP adalah mitra pemasaran resmi produk software akuntansi Accurate Online dengan komisi yang menarik dan kompetitif. Saat ini sudah ada lebih dari 3500 orang yang terdaftar menjadi ADP di seluruh Indonesia. Dengan latar belakang profesi apapun.

Setiap ADP akan mendapatkan komisi penjualan sebesar Rp 400 ribu dari setiap penjualan yang terjadi. Tidak hanya itu, jika ADP sangat aktif dalam melakukan share materi promosi (matprom) di media sosial, ADP akan mendapatkan komisi maksimal Rp 300 ribu. Menarik? Yuk langsung gabung jadi ADP.

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment