26.3 C
Jakarta
September 30, 2020
Insight

3 Bekal Hidup untuk Anak yang Wajib Orang Tua Berikan

e-book

Membahas mengenai masa depan anak, tentu bukan urusan akademis saja yang harus diperhatikan. Ada banyak bekal yang harus diberikan orang tua demi proses pengembangan anak hingga mereka dewasa kelak. Orang tua, selalu ingin anaknya bisa memiliki kehidupan layak di masa depan. Dengan menyiapkan berbagai bekal hidup untuk anak, bukan saja soal materi.

Persoalan bekal untuk anak memang sering menjadi perdebatan para orang tua. Banyak orang tua yang terkadang tidak bisa memberikan bekal kepada anak. Sehingga anak harus mencari bekal sendiri.

Bahkan banyak orang tua yang selalu menginginkan anaknya memiliki profesi yang sama. Misal, orang tua bekerja sebagai angkatan, anaknya saat dewasa pun di masukan menjadi seorang angkatan juga. Orang tua lebih sering memaksa kehendak dibandingkan mengarahkan anak. Alih-alih anak akan lebih sukses dari orang tua dengan profesi serupa, bisa saja kondisi ini justru membuat anak gagal dalam proses menuju masa depannya.

Accurate.partners ingin memberikan beberapa inspirasi untuk orang tua Indonesia agar menyiapkan bekal hidup untuk anak-anak mereka. Kira-kira bekal apa yang bisa diberikan kepada anak berikut bekal wajib untuk anak yang harus orang tua siapkan.

Akuntansi

Mungkin Anda tak pernah terpikirkan untuk memberikan ilmu ini kepada anak-anak Anda. Tetapi Accurate.partners ingin mengingatkan bahwa bekal ini cukup penting bagi anak Anda untuk masa depan mereka.

Definisi umum, akuntansi adalah proses mencatat, meringkas, menganalisis, mengolah, dan menyajikan data transaksi secara jelas dan bertanggung jawab.

Akuntansi bukan sekedar ilmu akademis dan hanya bisa diterapkan pada bisnis atau perusahaan saja. Penerapan ilmu akuntansi bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, mengapa? Setiap hari anak-anak pasti selalu berurusan dengan namanya uang, baik itu uang cash maupun cashless. Dengan ilmu akuntansi, tentu akan membuat anak-anak mengerti soal uang dan bagaimana memanfaatkan uang dengan lebih bijak.

Ketika mereka mengerti mengenai akuntansi, tentu anak-anak akan mudah dalam mengelola keuangan mereka saat dewasa. Mereka bisa lebih cerdas dalam mengurus finansial pribadi. Dan anak-anak akan terbiasa dalam menghitung setiap pengeluaran yang telah mereka lakukan.

Selain itu, anak-anak yang telah dibiasakan dengan ilmu akuntansi, mereka akan memiliki kekuatan analisis dalam kehidupan mereka. Sebab, akuntansi melatih analisis dalam setiap penerapannya. Bekal hidup untuk anak salah satunya adalah ilmu akuntansi.

Ketelitian

Anak-anak yang paham akuntansi, mereka akan lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang. Bahkan menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa anak-anak jurusan akuntansi merupakan jurusan paling teliti di dunia loh. Luar biasa kan? Bagaimana jika ilmu satu ini Anda bagikan kepada anak Anda sejak dini?

Alih-alih hanya menggelontorkan uang jajan kepada mereka, anak-anak lebih baik diajarkan ilmu akuntansi agar mereka bisa lebih paham akan kegunaan uang itu sendiri. Anak-anak yang sudah memahami akuntansi, tentu mereka akan lebih teliti dan lebih paham tentang keuangan, bukan sekedar membuang-buang uang untuk sesuatu yang tidak jelas.

Bisnis

Sangat jarang orang tua fokus mengajarkan anak mereka untuk berbisnis sejak kecil. Padahal ini penting untuk masa depan mereka kelak. Anak-anak tidak akan hanya berpikir bahwa mereka setelah dewasa hanya mencari pekerjaan. Tapi bagaimana mereka bisa memiliki penghasilan tanpa harus bekerja kantoran. Bekal hidup untuk anak tentang bisnis wajib di tanamkan sejak dini oleh orang tua.

Banyak orang tua yang memang enggan mengajarkan kepada anak-anak mereka mengenai pentingnya berbisnis, meskipun orang tua sudah memiliki usaha sebelumnya. Kadang anak tidak pernah dilibatkan dalam aktivitas bisnis. Seperti mengajak anak ke kantor atau ke tempat usaha ketika mereka libur. Secara tidak langsung anak akan melihat sendiri bagaimana orang tuanya bekerja mengelola usaha mereka.

Salah satu hal sederhana yang bisa melatih anak untuk memulai bisnis adalah dengan mengajarkan mereka berjualan. Cobalah untuk membiarkan anak jika mereka senang berdagang, jika ia menawarkan usaha kepada rekan-rekannya dukunglah serta arahkan mereka untuk yang lebih baik. Tidak ada salahnya untuk mengajarkan mereka melihat peluang dan memiliki target dari aktivitas berdagang di masa kanak-kanak.

Ada banyak cara yang bisa orang tua ajarkan kepada anak-anak agar mereka mau memulai bisnis. Anda bisa melatih diri dengan belajar bisnis terlebih dahulu sebelum menularkan kepada anak Anda. Biasanya, anak akan lebih mudah memahami sesuai dengan apa yang orang tua mereka lakukan.

Mengajarkan Anak Berbisnis

Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mengajarkan anak-anak berbisnis. Caranya dengan melatih mereka untuk bisa memiliki rencana, tujuan, kegagalan, hingga mengajarkan anak-anak untuk memiliki jiwa kepemimpinan yang baik.

Berilah kepercayaan kepada anak untuk bisa memulai bisnis di saat usianya sudah mencukupi. Saat usia anak-anak mereka masih mengandalkan imajinasi dan daya kreativitas untuk bisa berkembang dengan baik. Disinilah tugas orang tua. Pahami karakter anak Anda, lihat apa yang menjadi kreativitas mereka dan cobalah ajak untuk bisa berkembang lebih pesat. Agar anak bisa memulai bisnis segera mungkin.

Bahasa Asing

Bekal ketiga atau terakhir yang harus dipersiapkan oleh orang tua kepada sang buah hati adalah bahasa asing. Di sarankan, Anda harus mengajarkan anak-anak Anda berbahasa asing saat usia mereka 1 tahun, saat di usia ini perkembangan bahasa sedang berkembang. Usia satu tahun anak sudah mampu mengikuti apa yang orang lain katakan. Mengutip dari Haibunda.com, penelitian yang dilakukan oleh Harvard University, saat anak belajar bahasa asing di usia muda, kreativitas, keterampilan, kemampuan berpikir kritis, dan fleksibilitas pola berpikir anak akan jauh lebih baik.

Bahasa asing menjadi bekal hidup untuk anak di era teknologi seperti saat ini. Dimana anak saat dewasa mungkin akan membuka peluang berinteraksi dengan orang-orang dari Negara yang berbeda. Belum lagi ketika anak Anda bekerja, kemampuan bahasa menjadi peluang yang bisa ia gunakan dalam kancah pergaulan global.

Memang sebagian orang tua sudah sadar akan hal ini. Namun masih banyak juga orang tua yang belum mengajarkan atau mendorong anak untuk menguasai bahasa asing. Tetapi jangan menuntut anak untuk menguasai bahasa asing tertentu saja, seperti bahasa Inggris misal.

Mengapa Bahasa Asing Penting?

Dilansir dari Tirto.id, bahasa asing sangat penting untuk perkembangan anak untuk membangun ide-ide abstrak, dan anak akan lebih fleksibel pada pemikiran mereka. Anak juga akan memiliki kepekaan yang lebih besar terhadap bahasa dan telinga.

Belajar bahasa asing tidak akan membuat anak lupa akan bahasa ibu, namun akan meningkatkan pemahaman bahasa asal mereka. Jadi tidak perlu takut anak akan meninggalkan bahasa asal mereka ketika mereka belajar bahasa asing.

Agar anak terbiasa dalam berbahasa asing, siapkanlah semua tools untuk mereka. Seperti berikan mereka buku bergambar berbahasa asing, video, dan program TV berbahasa asing. Dimana setiap program bisa dimanfaatkanuntuk anak belajar bahasa asing.

Akhir Kata

Memang ada banyak bekal kehidupan untuk anak yang bisa diberikan orang tua kepada anak-anak. Ketiga bekal yang telah Accurate.partners merupakan sebagian bekal orang tua kepada anak. Masih banyak bekal-bekal lain yang harus orang tua berikan kepada anak. Semoga apa yang telah Accurate.partners berikan, bisa menjadi motivasi orang tua kepada anak-anak mereka.

Artikel Terkait

4 Bekal yang Harus Melekat Untuk Menjadi Pengusaha Sejati

rumi

Terkena PHK, Lakukan 6 Tips ini Untuk Bangkit dari PHK

rumi

7 Usaha yang Menjanjikan dengan Modal Kecil, Bisa Dimulai dari Kamar!

rumi

Leave a Comment