26.3 C
Jakarta
September 30, 2020
Bisnis Sampingan

Mengenal Perbedaan Freelancer, Solopreneur, dan Pemilik Bisnis

e-book

Saat ini memulai bisnis memang sangat mudah. Ada berbagai jenis bisnis yang bisa dijalankan. Tetapi Anda harus mengetahui posisi Anda. Ada tiga jenis profesi yang mungkin harus Anda ketahui. Tentu ini untuk mengetahui posisi Anda dan sesuai ekspektasi Anda ke depan. Profesi tersebut freelancer, Solopreneur, dan Pemilik Bisnis. Bagaimana menjalankan ketiganya dan apa kendala hingga bagaimana mencapai kesuksesan.

Sebagai penyedia layanan, perbedaannya bisa Anda debatkan. Tetapi dengan mengetahui posisi bisnis Anda, Anda akan mampu mengembangkan banyak hal. Untuk itu Anda akan bisa memasarkan cara-cara terbaik sesuai dengan profesi yang Anda geluti.

Diantara ketiga profesi Freelance, Solopreneur, hingga Pemilik Bisnis semuanya merupakan bentuk dari profesi wirausaha. Namun, ketiganya tidak dalam bentuk yang sama. Ketiganya memiliki perbedaan yang bisa dilihat dari :

  • Tujuan bisnis
  • Pertimbangan keuangan
  • Gaya hidup dan ambisi
  • Kapasitas
  • Sumber daya

Meskipun ketiganya mungkin akan menawarkan layanan yang sama, tetapi profesi tersebut memiliki calon pelanggan yang berbeda dengan gaya bicara yang berbeda juga. Accurate.Partners akan membahasnya secara rinci mengenai profesi Freelancer, Solopreneur, dan Pemilik Bisnis.

Freelance

Pengertian freelance mungkin sudah Anda ketahui semua. Freelance sering disebut sebagai pekerja lepas. Maksud pekerja lepas, seorang freelance tidak terikat kontrak kerja maupun perjanjian jangka panjang pada sebuah perusahaan maupun terhadap individu yang mempekerjakan.

Pekerjaan freelance biasanya juga dilakukan secara mandiri alias sendirian, tanpa ada tim. Anda bertanggung jawab terhadap satu pekerjaan dalam waktu tertentu. Umumnya pemberi kerja akan memberikan pekerjaan pada waktu yang telah mereka tentukan. Jika Anda tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah disepakati, tentu kredibilitas Anda menjadi jaminannya.

Banyak orang yang melakukan pekerjaan freelance dengan full time maupun dilakukan secara part time. Sebagai part time, biasanya para freelance menjalankan pekerjaan diluar pekerjaan utama.  Freelancer yang menjalankan pekerjaan sebagai profesi utama, biasanya menjalankan Freelancer secara full time.

Memang profesi ini tidak mudah, dan tidak semua profesi bisa dilakukan secara freelance. Biasanya pekerjaan freelance adalah pekerjaan yang dilakukan pada suatu bidang tertentu dan dilakukan secara online. Seorang Freelancer memiliki keterampilan suatu bidang dan sudah berpengalaman dalam bidang tersebut.

Ada beberapa syarat untuk menjadi freelance, yakni :

  • Memiliki keahlian tertentu
  • Mengenal dunia internet
  • Fleksibel
  • Managemen Waktu

Bagaimana Freelance Bekerja?

Sebagai freelance tentu Anda tidak menjual sesuatu brand yang bisa di promosikan seperti sebuah produk atau layanan jasa lain. Karena Anda bukan Solopreneur dan Pemilik Bisnis. Sangat jarang seorang freelance mempromosikan jasanya melalui sebuah media sosial atau platform promosi lainnya.

Para freelancer menarik klien dengan promosi mulut ke mulut (word of mouth) maupun jaringan yang dibangun melalui platform freelancer maupun melalui agensi freelancer. Di Indonesia ada cukup banyak agensi penyedia layanan untuk freelancer, seperti:

Serta masih banyak lagi website-website penyedia jaringan Freelancer lainnya.

Hal terpenting, Anda harus mampu untuk terus upgrade keterampilan Anda sehingga dapat mengambil proyek yang lebih kompleks dan dapat meningkatkan penghasilan Anda.

Solopreneur

Pernah dengar istilah Solopreneur? Mungkin sangat jarang, mungkin Anda lebih sering mendengar istilah Entrepreneur. Keduanya berbeda loh, masih banyak orang yang belum banyak mengetahui tentang Solopreneur. Saat ini profesi satu ini juga banyak digeluti oleh masyarakat dunia maupun di Indonesia.

Solopreneur adalah seseorang yang menjalankan bisnis secara sendiri. Mulai dari tahap awal, pengembangan, promosi, hingga penjualan dilakukan sendirian tanpa adanya tim dan partner bisnis. Para Solopreneur ini menjalankan semua pekerjaan dari internet. Mulai dari mencari ide bisnis, cara memulai bisnis, hingga mencari brand atau produk yang cocok untuk mereka jual kembali maupun menjual jasa kepada orang lain.

Seorang Solopreneur akan bertanggung jawab terhadap bisnis kecil mereka. Menurut data dari Bisnis.com di Amerika Serikat jumlah Solopreneur pada 2019 mencapai 40 juta orang. Angka cukup fantastis bukan?

Bagaimana di Indonesia? Solopreneur dan Freelancer memang hampir-hampir mirip. Profesi yang dijalankan juga hampir sama. Kebanyakan para Solopreneur adalah para freelancer full time yang menjalankan aktivitas secara sendirian.

Pekerjaannya hampir sama, seperti desain grafis, penulis blog, toko online, Programmer, Sosial media, konsultan bisnis, Videografer, fotografer, dan sebagainya. Saat ini profesi Solopreneur cukup banyak diminati loh oleh masyarakat Indonesia.

Menjadi Solopreneur mungkin menjadi daya tarik bagi banyak orang, karena bisa bekerja dengan waktu fleksibel dan kapan pun Anda mau. Hal terpenting, Anda harus mengetahui kapan deadline yang diberikan pemberi kerja kepada Anda.

Untuk menjadi seorang Solopreneur tidaklah mudah, Anda harus memiliki beberapa hal berikut :

  • Fokus pada passion
  • Menghargai waktu
  • Memiliki tujuan jelas
  • Berani mencoba hal baru
  • Siap gagal

Bagaimana untuk sukses menjadi Solopreneur?

Ingat, Solopreneur dengan Entrepreneur adalah sesuatu yang berbeda. Ketika Anda menjalankan bisnis dan merekrut orang lain untuk membantu bisnis Anda, tentu Anda sudah menjadi seorang Entrepreneur. Menjadi Solopreneur, ketika Anda pergi liburan tentu bisnis yang Anda jalankan juga berhenti hingga Anda siap menjalankannya lagi.

Namun semua tidak akan seburuk apa kata orang, karena Anda sendirilah yang tahu baik buruknya usaha Anda. Untuk sukses menjadi Solopreneur Anda harus mengikuti beberapa tips berikut :

  • Siap mengorbankan Penghasilan
  • Yakin dengan keputusan
  • Berani berjuang sendiri
  • Cekatan dalam mengambil keputusan
  • Selalu belajar hal baru
  • Manfaatkan Teknologi sebaik mungkin
  • Tetap Membagi waktu kerja dan kehidupan
  • Gabung komunitas

Agar Anda bisa terlihat berbeda dengan Freelancer, Anda harus menggunakan pemasaran yang efektif untuk mengenalkan diri Anda. Caranya dengan membangun daftar email, membangun jaringan, iklan di media sosial, menggunakan pemasaran konten.

Pemilik Bisnis

Profesi terakhir yang mungkin bisa Anda lakukan atau mungkin sudah Anda lakukan adalah menjadi pemilik bisnis atau dapat dikatakan sebagai Entrepreneur. Pemilik bisnis adalah individu atau beberapa individu yang memiliki suatu jenis usaha atau disebut entitas demi mendapatkan keuntungan.

Menjadi pemilik usaha memang cukup sulit dan berat. Karena Anda akan menyatukan berbagai pemikiran, ide, gagasan, hingga kreativitas menjadi satu demi tujuan tertentu. Belum lagi, bagaimana Anda mengenalkan produk ke pasar menjadi sebuah PR besar yang harus Anda lakukan. Dan memerlukan waktu yang tidak sebentar.

Banyak perubahan yang harus Anda lakukan untuk menjadi seorang pemilik bisnis, karena fokus Anda untuk mencari keuntungan dan berniat untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan orisinil. Tidak mudah untuk mencapai semua ini, karena Anda membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa sukses.

Belum lagi untuk menjadi seorang pemilik bisnis Anda harus memikirkan dari A sampai Z. Mulai dari proses produksi, manajemen, pemasaran, hingga mengurus distribusi barang menjadi salah satu peluang yang harus Anda lakukan. Apa lagi jika bisnis Anda belum stabil, tentu semua pekerjaan akan Anda lakukan bersama dengan tim lain.

Bagaimana agar sukses untuk menjadi Bisnis Owner?

  • Memiliki tujuan
  • Memahami kondisi pasar
  • Mengenali konsumen
  • Memahami keuangan
  • Berani mengambil keputusan
  • Efisien dan Efektif
  • Kerja cerdas
  • Kemampuan marketing

Hal terberat dalam menjadi pelaku usaha haruslah berani mengambil keputusan besar dalam suatu waktu. Mungkin ini menjadi hal yang harus dipahami oleh Anda yang akan menjadi seorang pemilik bisnis. Semua kendali ada pada Anda. Anda tidak boleh takut dan harus fokus bisa mengambil keputusan yang tepat.

Ketika Anda sudah fokus untuk menjadi pemilik bisnis, fokus Anda tidak hanya memikirkan diri Anda sendiri. Anda harus mampu memikirkan kesejahteraan orang-orang yang Anda pekerjakan. Keuntungan bukan untuk diri Anda sendiri.

Jangan Pernah Berpikir Instan

Saat bisnis Anda sudah berjalan, hampir semua pengusaha memikirkan bagaimana untung. Kesalahan para pemilik bisnis pemula, mereka selalu ingin mendapatkan keuntungan secara cepat dan instan. Semua tidak bisa Anda jalankan seperti itu. Bisnis membutuhkan proses, dan proses tersebut tidak dapat dihasilkan secara instan. Mungkin Anda akan menemukannya setelah bertahun-tahun menjalankan bisnis.

Berani untuk Gagal

Pemilik bisnis sejati adalah mereka yang berani untuk gagal. Kegagalan sering sekali dianggap sebagai akhir dari segalanya. Padahal kegagalan bisa saja menjadi tempat pembelajaran untuk menggembleng Anda dalam membangun bisnis. Tidak mudah mencapai kegagalan, hampir semua orang pernah gagal. Apapun yang Anda jalankan, pastinya Anda akan gagal.

Demi meminimalisisr kegagalan, Anda harus memiliki rencana. Baik itu rencana jangka pendek, jangka panjang, maupun rencana jangka menengah. Semua harus terkonsep dengan langkah dan strategi yang tepat, bukan sekedar coba-coba. Hal terpenting, bersikaplah jujur untuk hal apapun dalam bisnis.

Yang Mana yang Harus Dipilih?

Dari ketiga profesi mulai dari Freelancer, Solopreneur, hingga Pemilik Bisnis semua memerlukan proses dan aktivitas yang menyenangkan untuk Anda. Ketiganya tidak akan memberikan Anda jalan pintas menuju kesuksesan.

Profesi tersebut sama-sama akan membawa Anda pada jalan kesuksesan, tetapi dengan cara yang berbeda dan hasilnya akan berbeda pula. Ketiganya penuh dengan keputusan, strategi, dan taktik untuk menjalankannya. Nikmati semua proses, ceritakan setiap pengalaman, dan dapatkan hasil maksimal dari profesi yang Anda geluti. Freelancer, Solopreneur, dan Pemilik Bisnis ketiganya akan mengajarkan Anda tentang kegagalan dan kesuksesan. Yang mana yang mau Anda ambil, semua ada di tangan Anda. Tidak perlu takut untuk tidak berani mengambil salah satunya. Lakukanlah!

Gabung jadi Accurate.partners

Artikel Terkait

8 Usaha Sampingan Wanita Karir Tanpa Ganggu Pekerjaan Utama

rumi

Minim Modal, 5 Bisnis Online Tanpa Modal Di HP Dengan Untung Maksimal

rumi

6 Tips Mudah Mengatur Uang Di Masa Sulit Selama Pandemi Corona

rumi

Leave a Comment