24.8 C
Jakarta
September 21, 2020
Lifestyle

Gamau Hidup Susah, Coba Hindari 8 Kebiasaan Buruk Bikin Miskin

e-book

Siapa sih yang mau hidup miskin? Pasti tidak ada yang mau, termasuk Anda juga tidak mau bukan hidup miskin. Miskin sebenarnya bukan hanya terlihat dari kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar. Melainkan juga terlihat dari gaya hidup seseorang. Ada banyak loh kebiasaan buruk bikin miskin, yang secara tidak sadar Anda lakukan.

Kemiskinan merupakan suatu hal paling menakutkan. Tetapi, tidak ada yang pernah tahu bagaimana cara menghindari kemiskinan secara efektif. Karena jiwa miskin bisa saja melekat di dalam diri kita secara tidak sadar yang membuat Anda ingin terlihat kaya di mata orang lain, padahal itu menghancurkan kehidupan Anda.

8 Kebiasaan Buruk Bikin Miskin

Mengandalkan satu sumber penghasilan

Kebiasaan buruk bikin miskin yang pertama, mungkin sangat mengejutkan Anda loh. Kebanyakan orang masuk kategori ini. Menurut mereka, bekerja cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar dan juga bisa menjaga stabilitas keuangan pribadi. Padahal diluar sana, banyak yang mengeluh, kalau mereka merasa kurang uang, meskipun gaji mereka sudah dua digit.

Contohnya beberapa bulan lalu, jagat dunia maya dihebohkan oleh viralnya sebuah status seseorang yang menyebutkan bahwa rekannya memiliki gaji sebesar Rp 80 juta langsung jatuh miskin akibat perusahaannya bangkrut karena pandemi Covid-19. Mungkin bagi Anda punya gaji Rp 80 juta sudah sangat cukup untuk memenuhi segala kehidupan. Tetapi tidak semudah itu, selalu ada pemikiran gaji bertambah, gaya hidup berbeda.

Bayangkan, orang tersebut bergaji Rp 80 juta tiba-tiba pendapatannya anjlok karena pandemi Covid-19 loh. Tentu Anda tidak pernah membayangkan hal tersebut. Apa lagi Anda yang memiliki gaji tidak sampai Rp 80 juta, bagaimana jika Anda tiba-tiba kehilangan pekerjaan dan tidak memiliki pegangan apapun.

Untuk menyiasati hal tersebut, maka Anda jangan terpaku pada satu sumber penghasilan. Anda tidak akan pernah tahu kedepan kondisi perusahaan Anda, seperti cerita diatas barusan. Kalau seudah begitu, tentu kalang kabut.

Maka dari itu, Anda harus memiliki sumber penghasilan lain yang bisa membantu Anda dan keluarga tetap mampu bertahan, meskipun kondisi seperti saat ini. Sumber penghasilan lain, mungkin bisa membantu Anda untuk memenuhi kehidupan, hingga kondisi normal kembali. Anda tidak terpaku dengan satu sumber penghasilan saja. Untuk terhindar dari masalah finansial.

Dalam kondisi normal, uang yang Anda peroleh dari bekerja atau berbisnis, manfaatkanlah untuk menciptakan sumber-sumber penghasilan lain. Misal Anda sudah bekerja, cobalah untuk membangun bisnis sampingan, investasi emas, properti, dan saham, atau bekerja menjadi seorang freelance untuk membangun pondasi keuangan dan menciptakan banyak sumber penghasilan.

Bergaul Di Lingkungan Negatif

Perilaku miskin ternyata bisa Anda temukan di lingkungan negatif loh. Jika lingkungan Anda tidak mendukung Anda untuk mencapai kesuksesan, maka tinggalkanlah.

Jangan terlalu terlena dengan kondisi yang tidak bisa membuat Anda berkembang dan maju ke depan. Tinggalkanlah lingkungan yang tidak bisa membawa Anda berkembang. Siapa teman Anda, akan menentukan bagaimana nasib Anda ke depan.

Apabila rekan-rekan atau lingkungan Anda hanya menyebarkan energi negatif kepada Anda, tentu apa yang disebarkan oleh teman-teman Anda tersebut akan menular ke dalam pikiran Anda. Ini tidak akan membawa Anda kepada kesuksesan hidup.

Masukilah lingkungan yang bisa mendorong Anda untuk sukses dan mampu mengelola uang. Pilihlah rekan atau teman yang bisa mengajak Anda kepada hal-hal yang positif dan bisa mengantarkan kamu kepada kebebasan finansial.

Suka dengan Kenyamanan

Memilih kondisi yang nyaman memang membuat diri kita terlena. Dengan alasan agar mendapatkan ketenangan dan bisa lebih fokus. Contohnya, ketika Anda ingin bekerja diluar kantor, Anda selalu ingin bekerja di kedai kopi yang bisa menghabiskan budget mulai dari Rp 50-100 ribu rupiah sekali bekerja atau sehari. Padahal jika di kantor, Anda cukup menghabiskan uang hanya untuk makan siang, sebesar Rp 25-30 ribu saja. Beda sangat jauh bukan?

Belum lagi, ketika Anda ingin pergi ke kantor. Untuk menghindari desak-desakan di transportasi umum, kena debu, dan alasan agar bisa datang lebih siang, Anda lebih memilih menggunakan taksi. Tentu untuk mendapatkan kenyamanan, Anda perlu mengeluarkan budget lebih yang pastinya akan mempengaruhi pengeluaran bulanan Anda.

Daripada budget tersebut dibuang sia-sia, Anda bisa memanfaatkan budget itu untuk berinvestasi atau membeli aset yang bisa Anda manfaatkan untuk menjadi pasif income Anda. Kenyamanan tidak ada yang murah. Anda harus bisa mencoba hidup lebih sederhana, agar tidak melakukan kebiasaan buruk bikin miskin yang Anda tunjukan hanya sekedar ingin terlihat lebih mampu daripada orang lain.

Sering lebih memilih sesuatu yang membutuhkan kenyamanan, merupakan suatu kebiasaan orang-orang miskin. Kenyamanan membutuhkan uang yang besar, dan tidak sedikit. Mindset ini harus Anda rubah demi mendapatkan kebebasan finansial untuk menjadi orang-orang mapan.

Belanja secara impulsif

Jalan-jalan ke mall atau selancar di marketplace, ketemu barang murah, diskon dan bagus, dan duit di tangan masih banyak. Akhirnya langsung beli tanpa mikir panjang, untuk apa barang tersebut dibeli, itu urusan nanti. Yang penting beli dan punya dulu. Dipakai atau tidak urusan nanti, kalo gak cocok, kan gampang bisa dijual lagi.

Pernah ngalamin hal tersebut? Pastinya sering, kebiasaan tersebut merupakan cara belanja secara impulsif atau belanja secara jor-joran, tanpa mikir kegunaan barang yang di belanjakan. Anda pasti sering mengalami hal tersebut bukan?

Coba untuk hilangkan kebiasaan itu. Kebiasaan belanja secara impulsif merupakan kebiasaan buruk bikin miskin. Karena dengan belanja secaa jor-joran, hanya akan membuat Anda terlihat miskin. Jika kita bisa berpikir lebih panjang, kalau melakukan belanja impulsif Anda akan kehilangan lebih banyak uang. Padahal uang tersebut bisa Anda gunakan untuk hal-hal produktif, seperti melakukan investasi.

Beli Barang Diluar Kemampuan

Kebiasaan buruk bikin miskin selanjutnya adalah membeli barang di luar kemampuan. Bukan berarti melarang Anda untuk membeli barang-barang dengan harga mahal, yang sebenarnya kegunaan barang tersebut tidak bisa bermanfaat dalam jangka panjang.

Misal, Anda memiliki gaji Rp 10 juta. Dan Anda ingin membeli sepeda motor seharga Rp 70 juta dengan cara mencicil atau kredit. Dimana menurut Anda, hal tersebut mampu untuk mencicilnya. Yah, mungkin Anda mampu ketika Anda masih hidup sendiri.

Saat ini, kredit atau hutang memang membuat kita lebih mudah dalam membeli barang-barang dengan harga mahal. Menganggap cicilannya masih bisa kita lakukan. Memang itu tidak salah. Tetapi Anda juga harus mampu melihat kondisi keuangan Anda.

Cicilan yang sehat maksimal 36% dari pendapatan bulanan. Apabila Anda memiliki cicilan, diatas itu maka cicilan Anda tidak dalam kondisi sehat. Namun, tidak selalu mencicil itu baik loh. Anda harus mencicil ketika Anda memang sangat membutuhkan barang yang ingin Anda beli. Jika tidak, maka Anda jangan mencoba-coba untuk kredit.

Beli Liabilitas Bukan Aset

Kalau Anda ingin terlihat kaya, beli lah barang-barang yang bisa dijadikan aset atau bisa bermanfaat di masa depan. Kebiasaan buruk bikin miskin ketika Anda membeli barang-barang konsumtif yang biasanya Anda gunakan untuk terlihat kaya, padahal itu hanya menyiksa Anda di masa depan. Kalau barang yang di beli ingin Anda jual, malah membuat barang tersebut turun harga, tentu Anda mengalami kerugian.

Banyak orang yang terjebak akan hal ini, mereka berpikir untuk menjadi orang kaya harus membeli barang mahal dan terlihat wah. Padahal tidak seperti itu, banyak loh orang-orang kaya yang lebih suka tampil sederhana. Bahkan tampilan mereka, terkadang tidak terlihat bahwa mereka kaum-kaum kaya.

Orang-orang kaya memang lebih suka menghabiskan uang mereka untuk membeli sesuatu yang memiliki nilai di masa depan. Daripada harus membeli barang yang nilainya menyusut di masa depan. Nah, kadang apa yang kita kira itu terlihat kaya malah membuat kita terlihat miskin loh. Benar tidak? Sekarang pilihannya ada di Anda, mau tampak seperti orang kaya sungguhan atau orang yang hanya terlihat kaya, nyatanya miskin?

Bayar Hutang Dengan Hutang

Sering sekali ingin beli sesuatu, pengen buru-buru beli padahal uang di tangan juga belum ada. Akhirnya hutang. Lalu, saat hutang jatuh tempo, uangnya juga belum ada, hutang lagi. Sering kan Anda mengalami hal tersebut?

Istilah diatas sering disebut dengan gali lubang tutup lubang. Sering sekali kita, membeli sesuatu dengan cara berhutang. Padahal, jika kita mau lebih sabar, tentu kita bisa mendapatkan barang tersebut. Daripada harus berhutang.

Sering sekali, kita menemukan orang-orang. Mungkin diri Anda sendiri atau kerabat Anda, berhutang malah membuat mereka terpuruk. Hingga menjual aset hanya untuk membayar hutang. Semua orang tidak mau melakukan hal itu, tetapi karena tidak ada jalan lain mereka akhirnya melakukan hal tersebut.

Saat berhutang, kita seakan-akan menganggap masalah selesai. Padahal tidak, mindset seperti ini harus Anda rubah. Sebab, berhutang bukan menyelesaikan masalah, melainkan menambah masalah baru. Apa lagi kalau membayar hutang tersebut, dengan berhutang lagi. Tentu akan menimbulkan masalah baru.

Saat terlilit hutang, yang ada di pikiran hanya mengenai hutang. Jangan pernah pinjam uang yang cicilannya lebih dari 36% dari pendapatan Anda. Hutanglah saat memang kondisi yang diperlukan dan penting. Jangan berhutang untuk sesuatu yang konsumtif apa lagi jika untuk membeli barang yang sebenarnya tidak kita perlukan.

Tidak peduli dengan uang

Banyak orang di luaran sana yang tidak peduli dengan uang, uang membuat mereka merasa terlena. Ada uang, berarti ada banyak hal yang dapat mereka beli. Mindset seperti ini masih banyak dipercaya oleh orang-orang di luaran sana, semoga Anda tidak.

Bahkan ketika menjelang gajian, orang-orang yang tidak peduli dengan uang mereka sudah memiliki daftar list barang-barang yang mereka inginkan untuk di beli. Yah, tidak salah sih memang, tapi apakah uang yang di dapatkan hanya untuk membeli barang-barang tersebut?

Tidak kan. Uang gajian, tidak sepenuhnya untuk membeli barang-barang yang sekedar Anda inginkan. Anda harus mampu menyisihkan uang gajian untuk tabungan masa depan, beramal, kebutuhan bulanan yang lebih penting, dan tidak lupa memberikan kepada orang tua.

Kalau sudah tidak peduli dengan uang, tentu Anda tidak akan pernah melakukan kontrol dengan uang yang Anda miliki. Anda akan menghamburkan uang tersebut, tanpa peduli kegunaannya. Menurut Anda, yang penting kesenangan Anda dan bisa merubah mood Anda.

Jika kita sering melakukan hal-hal konsumtif, ini akan mendorong kita pada jeratan hutang yang tidak akan pernah selesai. Kontrol uang pada diri sendiri sangatlah penting, untuk masa depan keuangan yang lebih baik. Karena bisa jadi, akan ada masa darurat seperti pandemi Covid-19 yang membuat keuangan terganggu, karena pendapatan pun bisa jadi terganggu.

Kebiasaan buruk bikin miskin memang terlihat bahwa kita akan memiliki segalanya dari apa yang kita beli. Sebenarnya tidak seperti itu, karena uang yang kita dapatkan bukan sekedar untuk foya-foya. Namun, kita juga harus memikirkan berbagai pengeluaran dan sebagai tabungan untuk masa depan.

Artikel Terkait

6 Trik Mujarab Menggandakan Uang ala Generasi Millenial

rumi

5 Cara Cepat Kaya dengan Tips yang Masuk Akal

rumi

Tajir Melipir! 10 Selebgram Terkaya Di Indonesia Dengan Penghasilan Ratusan Juta Per Bulan

rumi

Leave a Comment