28.7 C
Jakarta
February 25, 2021
Lifestyle

Gawat! 25% Milenial Tidak Memiliki Koneksi Ke Dunia Kerja

e-book

Baru-baru ini jaringan professional global, Linkedin mengeluarkan hasil riset yang dilakukan sejak September hingga Oktober 2019 di 22 negara dengan responden mencapai 33 ribu. 1020 responden berasal dari Indonesia. Hasil penelitian ini cukup mengejutkan, bahwa 25% milenial tidak memiliki koneksi ke dunia kerja yang tepat.

Populasi milenial di Indonesia mencapai angka 34% dari seluruh penduduk Indonesia. Tak heran, jika saat ini generasi milenial mulai mewarnai kantor-kantor di Indonesia. Mungkin hanya tinggal menunggu waktu, untuk generasi kelahiran 1981-1996 menguasai tempat kerja di Indonesia.

Bahkan, presiden Joko Widodo telah memilih beberapa generasi muda untuk membantunya dalam Kabinet. Menunjukan peran kaula muda sangat dibutuhkan saat ini, di berbagai bidang kerja. Tapi, hasil riset Linkedin ada hal yang mengejutkan loh.

Dua Kendala Generasi Milenial Mencari Kerja

Salah satu hasil yang mengejutkan dari riset Linkedin Oppurtunity Index 2020 menunjukan bahwa ada kendala yang ditemukan Linkedin dalam penelitian ini. Mereka mengatakan bahwa generasi milenial cukup sulit dalam mencari kerja. Dua alasan yang menyulitkan generasi milenial mendapatkan pekerjaan:

Terkendala Pengalaman Kerja

Usia dianggap menjadi salah satu tantangan terbesar generasi milenial dalam mencari pekerjaan. Hampir semua perusahaan, ingin mendapatkan kandidat yang sudah memiliki pengalaman. Tentu ini menjadi salah satu kendala terberat para generasi milenial.

Banyak generasi milenial kesulitan dalam mencari kerja, karena kurangnya pengalaman di dunia kerja. Meskipun ada, itu hanya sekedar magang dari kampus. “Melihat hal ini, perusahaan harus mengesampingkan diskriminasi terhadap usia di tempat kerja, dan menjadikan tenaga kerja multigenerasi sebagai peluang,” kata Oliver Legrand, Managing Director, Linkedin Asia Pasific seperti di kutip dari Bisnis.com.

Tidak Memiliki Koneksi

Masih dalam riset yang sama, ditemukan bahwa generasi milenial tidak memiliki koneksi yang tepat di dunia kerja. Mengapa begitu? Pendapat penulis, kesulitan generasi milenial mendapatkan pekerjaan karena tidak adanya koneksi yang tepat, mungkin karena generasi milenial kurang dalam menjalin hubungan dengan orang-orang disekitar mereka. Generasi milenial lebih menyukai dengan dunia sendiri, dan rekan yang sudah dikenal sejak dahulu, dibandingkan harus mencari teman baru.

Photo: by pch.vector. Freepik.com

Alasan ini diperkuat, banyak generasi milenial saat kuliah merasa, mereka salah jurusan. Ketika mereka bekerja yang sesuai dengan bidang studi waktu kuliah, generasi milenial menganggap pekerjaan tersebut tidak sesuai passion. Banyak alasan yang ditemukan pada generasi milenial saat ini.

Penelitian juga menemukan bahwa, orang Indonesia tertarik untuk mencari peluang yang dapat menyeimbangkan antara kehidupan dan pekerjaan. Peluang yang selaras dan tetap bisa mengasah keterampilan.

Akan tetapi, generasi milenial di Indonesia sering menemukan hambatan seperti jaringan, koneksi, keuangan, usia, dan pasar kerja. Padahal, survei menunjukan bahwa orang Indonesia paling percaya diri untuk mencapai peluang.

Terdapat 44 persen orang Indonesia yang mencari peluang untuk mengejar minat mereka. Upaya itu disertai pandangan yang kuat tentang keuangan pribadi mereka dalam 12 bulan ke depan. Bahkan satu dari tiga orang Indonesia ingin memiliki bisnis sendiri.

“Indonesia bersama Filipina dan Meksiko unggul dalam hal ini. Optimisme yang tinggi pada orang Indonesia yang tinggal di perkotaan, serta memiliki tingkat pendapatan dan pendidikan yang lebih tinggi,” terang Legrand seperti di kutip dari Republika.co.id.

Keuntungan Generasi Milenial

Meskipun begitu, generasi milenial lebih diuntungkan dalam dunia kerja. Mereka memiliki keterampilan dalam menguasai teknologi lebih cepat dibandingkan dengan generasi-generasi yang lebih tua. Ini menjadi salah satu keunggulan generasi milenial.

Harusnya perusahaan bisa memanfaatkan kesenjangan terbesar antara generasi milenial dengan generasi di atas mereka. Perusahaan harus mampu melakukan kolaborasi serta bimbingan dua arah bagi tenaga kerja multigenerasi. Dengan begitu, tenaga kerja multigenerasi dan keberagaman pekerja dapat menguntungkan perusahaan serta mendorong pertumbuhan.

Memulai Bisnis

Photo: by peoplecreations. Freepik.com

Satu dari tiga generasi muda Indonesia yang menjadi responden Linkedin Oppurtunity Index 2020 mengatakan ingin memiliki bisnis. Namun, kadang generasi milenial terhambat oleh modal yang tidak mereka miliki dalam berbisnis.

Untuk itu, Accurate.partners hadir untuk membantu generasi milenial dalam memulai bisnis. Terlebih, bagi para generasi milenial yang baru ingin memulai bisnis. Dengan bergabung di Accurate.partners, generasi milenial akan mendapatkan bimbingan untuk mengelola dan menjalankan bisnis. Terlebih Accurate.Partners, akan memberikan produk untuk di jual oleh para generasi milenial.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai bisnis di Accurate.partners, teman-teman bisa langsung klik banner dibawah ini.

Artikel Terkait

10 Pelajaran Hidup Untuk Anak Muda. Bukan Sekedar Kesenangan dan Kenyamanan

rumi

14 Cara Menjadi Pengusaha Sukses di Usia Muda

rumi

Catet! 5 Cara Cerdas Mengatur Keuangan Bagi Generasi Milenial

rumi

Leave a Comment