27.2 C
Jakarta
October 24, 2020
Lifestyle

9 Jenis-Jenis PHK dan Tips Menghadapinya Secara Elegan

e-book

Ancaman pandemi Covid-19 masih berlangsung. Sejak awal 2020, Indonesia sudah diserang oleh virus Covid-19. Mengakibatkan penurunan ekonomi, akibat dilakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota-kota besar. Membuat banyak perusahaan harus memberhentikan operasionalnya hingga gulung tikar, dan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada para karyawan. Bukan tanpa alasan, banyak perusahaan melakukan hal tersebut dikarenakan pemasukan mereka berkurang. Ada cukup banyak jenis-jenis PHK yang harus Anda ketahui dan cara menghadapinya, tidak hanya berasal dari kondisi pandemi seperti sekarang saja.

PHK memang sesuatu yang cukup mengerikan bagi siapa saja yang mengalaminya. Bahkan banyak orang yang mengalami stress akibat PHK yang terjadi pada dirinya. Meskipun PHK bisa menjadi sebuah sesuatu untuk menjadi lebih baik, seperti 3 orang sukses setelah di PHK yang pernah kita ulas. Dunia kerja memang tidak selalu sesuai dengan ekspektasi yang kita inginkan.

Jika Anda mengalami PHK, Anda harus tahu apa saja hak-hak yang Anda peroleh dari perusahaan. Serta bagaimana menghadapi PHK dengan elegan dan tanpa harus menyimpan dendam dengan orang-orang di perusahaan, termasuk kepada HRD. Tuhan selalu mengingatkan, bahwa ada hikmah di setiap peristiwa. Terkadang kita hanya membutuhkan waktu untuk menenangkan diri.

Pengertian PHK

Apa sebenarnya PHK? Menurut UU No 13 Tahun 2003 BAB 1 Pasal 1 ayat (25) definisi PHK adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja/buruh dan pengusaha.

Seorang karyawan bisa di PHK atas kehendak sendiri dan perusahaan. Bisa juga dilakukan akibat ada hal yang tak terduga dan diluar kendali antara karyawan dan perusahaan, seperti yang saat ini terjadi diakibatkan pandemi Covid-19. PHK terjadi tergantung kesepakatan antara karyawan dan perusahaan.

Jenis Pemutusan Hubungan Kerja

PHK juga memiliki berbagai jenis yang harus dipahami oleh karyawan.

Sukarela

Pemutusan hubungan kerja tidak serta merta keinginan perusahaan saja. Tetapi karyawan juga bisa melakukan pemutusan hubungan kerja secara sukarela. Biasanya, karyawan yang melakukan pemutusan hubungan kerja dikarenakan mereka telah menemukan pekerjaan yang lebih baik.

Bisa juga karena ingin fokus menjalankan usaha, istirahat sejenak, pensiun, hingga meninggal dunia. Ini terjadi akibat dari keinginan karyawan itu sendiri. Jenis-jenis PHK memang cukup banyak.

Tidak Sukarela

Antonim dari sukarela tentu tidak sukarela. Memang sering terjadi PHK secara tidak sukarela di alami karyawan, seperti saat ini. Banyak karyawan di PHK karena keinginan perusahaan. Disebabkan oleh perusahaan yang merasa terlalu berat menghadapi kondisi pandemi yang tidak menentu, hingga membuat omzet perusahaan jeblok.

Memang hal itu tidak serta merta kesalahan perusahaan secara penuh, bisa jadi PHK menjadi jalan keluar yang diambil oleh perusahaan untuk mengurangi beban perusahaan hingga melakukan struktur ulang perusahaan untuk bisa bertahan. Apa lagi hal ini terjadi akibat force majeure alias diluar kendali perusahaan.

Kondisi seperti ini memang membuat perusahaan harus memutar kembali pemikiran mereka, di tengah itu ada perusahaan yang omzet meningkat di tengah pandemi namun tetap melakukan PHK kepada karyawan. Hal ini yang terkadang membuat karyawan merasa di zalimi hak nya oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

Perusahaan Bangkrut/Pailit

Jika perusahaan Anda mengalami bangkrut, mereka bisa saja melakukan PHK terhadap para karyawan. Tetapi karyawan bukan tidak mendapatkan apa-apa. Perusahaan wajib memenuhi imbalan yang telah diatur dalam UU Ketenagakerjaan. Hak karyawan berupa uang pesangon, penghargaan masa kerja, dan penggantian hak. Kebangkrutan perusahaan termasuk salah jenis-jenis PHK yang dilakukan perusahaan.

Perusahaan Merugi

Perusahaan dikatakan merugi, ketika sudah terjadi selama dua tahun berturut-turut. Disini perusahaan berhak melakukan PHK terhadap karyawan mereka. Namun, perusahaan tetap harus memberikan uang pesangon 2 kali, uang penggantian masa kerja, dan uang penggantian hak kepada seluruh karyawan yang di PHK.

Penggantian Status

Perusahaan juga diperbolehkan melakukan pemutusan hubungan kerja kepada karyawan, ketika perusahaan melakukan merger, berganti kepemilikan, dan lain sebagainya. Namun sebelum melakukan PHK, perusahaan wajib :

  1. Bertanya kepada karyawan, jika karyawan tidak bersedia melanjutkan pekerjaan, maka pegawai wajib mendapatkan uang pesangon 1 kali, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak.
  2. Jika perusahaan yang tidak bersedia melanjutkan hubungan kerja, perusahaan wajib memberikan uang pesangon 2 kali, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak.

Melakukan Kesalahan Berat

Perusahaan akan melakukan PHK secara sepihak jika karyawan melakukan sebuah kesalahan berat. Sering sekali ini terjadi di karenakan karyawan melakukan berbagai kesalahan yang merugikan perusahaan secara langsung maupun tidak langsung.

Biasanya terjadi ketika pegawai melakukan penipuan, pencurian, atau penggelapan barang atau uang milik perusahaan. Bahkan bisa juga dikarenakan Anda melakukan kecurangan untuk kepentingan pribadi dan merugikan perusahaan.

Bagi perusahaan yang menuduh karyawan telah melakukan kesalahan berat, tidak bisa langsung memecat begitu saja. Tetapi perusahaan harus memiliki bukti :

  • Teratangkap basah
  • Pengakuan pekerja
  • Laporan dari pihak berwenang atau ada saksi (minimal 2 orang) yang berbicara.

Melakukan Tindak Pidana

Perusahaan boleh saja melakukan PHK secara sepihak kepada karyawan, ketika mereka melakukan tindak pidana yang melanggar hukum pidana. PHK boleh dilakukan perusahaan setelah karyawan ditetapkan bersalah atau terbukti oleh pengadilan.

Ini adalah salah satu jenis PHK yang bisa terjadi. Ketika karyawan memang terbukti, perusahaan tidak diperkenankan untuk membayarkan upah karyawan selama di tahan. Tetapi perusahaan wajib memberikan upah kepada tanggungan karyawan, seperti keluarga yang ditinggalkan.

Perhitungan tersebut diatur dalam UU ketenagakerjaan seperti yang dikutip dari sepulsa.com:

  • Satu tanggungan sebesar 25% upah
  • Dua tanggungan 35% upah
  • Tiga tanggungan 45% upah
  • Empat tanggungan atau lebih sebesar 50% upah

Melanggar Perjanjian Kerja

Apakah Anda pernah menandatangani perjanjian kerja ketika akan memulai pekerjaan? Jika iya, pernahkah Anda membaca dan memahami isi perjanjian tersebut? Jika copy-an perjanjian tersebut Anda pegang, coba dibaca seksama. Beberapa perusahaan bisa menuliskan, karyawan yang melanggar perjanjian kerja bisa diberhentikan.

Melanggar perjanjian kerja termasuk jenis-jenis PHK yang harus Anda ketahui. Namun, biasanya sekali Anda berbuat kesalahan, Anda tidak langsung di pecat begitu saja. Tetapi Anda akan mendapatkan teguran di surat peringatan pertama, kedua, dan jika sudah mendapatkan surat peringatan ketiga, Anda harus rela menerima pemutusan hubungan kerja.

Selalu Absen

Jangan mengabaikan perusahaan, karyawan yang sering mangkir atau absen tentu mereka akan dikenakan sanksi. Jika hal tersebut dilakukan terlalu sering, jangan kaget jika perusahaan akan melakukan PHK terhadap Anda. Kalaupun Anda sakit atau ada halangan, silahkan menghubungi atasan maupun HRD Anda. Sehingga pihak perusahaan mengerti.

Dalam undang-undang ketenagakerjaan, bagi karyawan yang tidak masuk kerja selama 5 hari berturut-turut dan tidak ada kabar, dianggap telah mengundurkan diri. Jadi, jika memang ada satu hal penting mendadak yang harus Anda lakukan dengan meninggalkan perusahaan, Anda bisa melakukannya.

Itulah beberapa jenis-jenis PHK di Indonesia yang harus Anda ketahui. Jika Anda di PHK oleh perusahaan bukan karena kesalahan Anda terhadap perusahaan atau hukum di Negara yang berlaku, tentu Anda harus menuntut hak Anda kepada perusahaan. Perusahaan tidak boleh semena-mena memecat karyawan jika tidak memiliki alasan yang jelas.

PHK Bukan Berarti Akhir dari semuanya

Sering sekali orang-orang yang terkena PHK menganggap semua adalah akhir dan menjadi seperti kiamat. Hal itu memang wajar, tetapi bukan berarti semua adalah akhir dari segalanya. PHK memang bisa saja menyerang siapa saja, bahkan ketika kita dalam kondisi yang sedang tidak siap.

Emosi, sedih, dan kecewa tentu muncul ketika kita mendapat kabar bahwa perusahaan akan memberhentikan kita. Wajar sih hal tersebut terjadi, tetapi Anda hanya butuh waktu untuk menerima semuanya. Setelah tenang mungkin Anda bisa memikirkan hal berikut.

Menghubungi Kerabat dan Saudara

Setelah di PHK memang tidak ada salahnya Anda untuk menghubungi orang-orang terdekat. Baik itu, mantan rekan kerja di perusahaan sebelumnya, teman sekolah, teman yang memiliki bisnis, saudara yang menjalankan usaha, hingga siapapun yang mungkin bisa membuka peluang untuk Anda.

Siapa tahu dari mereka, Anda bisa mendapatkan peluang baru yang bisa Anda coba diluar sana. Mungkin juga bukan sekedar soal pekerjaan, melainkan juga soal hal lain yang mungkin bisa Anda coba untuk mendapatkan penghasilan setiap bulannya.

Membaca Kisah Inspiratif

Salah satu cara untuk bisa bangkit dari keterpurukan PHK, Anda bisa membaca-baca kisah inspiratif yang bisa memotivasi Anda. Baik itu kisah-kisah orang Indonesia, hingga orang luar. Anda bisa membaca kisah para pengusaha yang tidak pernah lulus sarjana namun bisa sukses, hingga para pengusaha luar negeri seperti Jack Ma, Bill Gates, Elon Musk, dan lainnya yang mungkin sangat menginspirasi untuk Anda.

Manfaatkan Skill

Apakah Anda memiliki skill yang bisa membantu untuk lebih baik dan meningkatkan kondisi Anda? Anda bisa mencoba memanfaatkan skill seperti membuat kue, membuat makanan ringan atau cemilan, maupun melakukan berbagai aktivitas yang bisa mendapatkan pemasukan lain.

Jika Anda tidak memiliki skill apa pun, Anda bisa mencoba menggunakan skill jualan Anda. Anda bisa mencoba untuk sekedar menjadi reseller atau dropshipper yang bisa Anda lakukan dengan mudah sesuai dengan keinginan Anda. Anda bisa mencoba berbagai hal dari skill yang Anda miliki. Jangan takut gagal, jika berhasil Anda juga yang akan menikmatinya.

Memperketat Keuangan

Kondisi PHK tentu akan membuat kondisi keuangan Anda terganggu. Usahakan untuk menjaga keuangan Anda menjadi lebih baik di masa sekarang. Apabila Anda memiliki tabungan dana darurat, Anda bisa memaksimalkannya. Namun jika tidak, dan hanya memiliki tabungan Anda bisa mencoba untuk memanfaatkan tabungan Anda. Usahakan untuk menghindari pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting. Maksimalkan hasil sebaik mungkin.

Mencari Pemasukan Tambahan

Cara terakhir yang bisa Anda lakukan untuk mempertahankan kondisi setelah PHK dengan mencari pemasukan tambahan. Anda bisa mendapatkan pemasukan tambahan dengan menjadi Accurate Digital Partner atau ADP.

Secara singkat, Accurate Digital Partner merupakan partner resmi produk software akuntansi Accurate Online. Siapapun bisa menjadi ADP, asalkan sudah memiliki KTP. Tidak ada biaya pendaftaran dan harus membeli produk dahulu, karena Anda cukup mencari pembeli.

Dengan menjadi Accurate Digital Partner Anda bisa mendapatkan minimal Rp 300 ribu setiap bulan hanya dengan melakukan posting di sosial media. Tentu jika Anda ingin mendapatkan hasil yang lebih banyak, Anda bisa memperbanyak penjualan database Accurate Online, dimana setiap Anda berhasil mendapatkan satu closingan, Anda berhak mendapatkan Rp 400 ribu/closing. Kalau berhasil menjual 5 database, Anda bisa mendapatkan Rp 2.000.000. Cukup besar bukan?

Demikianlah artikel Jenis-jenis PHK dan bagaimana menghadapi PHK jika itu terjadi pada Anda. Memang kita tidak boleh berlarut dalam kesedihan, kita bisa melakukan berbagai cara untuk kembali kepada kondisi normal. Hal terpenting jangan pernah menyerah dengan kondisi yang terjadi. Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk Anda.

CTA 600 ribu

Artikel Terkait

Wajib Di Contoh! Kisah 3 Orang Sukses Berbisnis Setelah Di-PHK

rumi

Terkena PHK, Lakukan 6 Tips ini Untuk Bangkit dari PHK

rumi

Jangan Putus Asa, Begini 7 Cara Mengatur Uang Usai Di PHK

rumi

Leave a Comment