Jualan Hijab, Mendunia dan Beromzet Miliaran Rupiah, Kisah Sukses Diajeng Lestari Membangun Hijup.com

Kemarin kita sudah membahas tentang siapa saja wanita-wanita sukses mendirikan perusahaan rintisan. Di artikel kali ini, kita akan membahas satu sosok wanita yang inspiratif dalam menjalankan bisnis. Dia adalah Diajeng Lestari, Pengusaha wanita yang berhasil membuat e-commerce fashion muslim terbesar di dunia dibawah brand Hijup dengan omzet miliaran rupiah per bulan.

Sosok Diajeng memang cukup menginspirasi wanita-wanita muslim di Indonesia. Ia berhasil membangun sebuah Start Up e-commerce yang mungkin tidak terbayangkan olehnya dan oleh banyak orang Indonesia. Gimana kisah sukses Diajeng Lestari hingga sukses membawa Hijup seperti saat ini?

Siapa Diajeng Lestari?

Sebelum kita mengenal brand yang di bangun. Sekarang kita mengenal orang yang membangun dulu. Tentunya wanita ini cukup inspiratif dan bisa menjadi contoh bagi wanita-wanita muslim di Indonesia. Sosoknya cukup dikenal di kalangan hijabers Indonesia.

Diajeng Lestari, wanita kelahiran 17 Januari 1986 tak pernah terpikirkan bisa memiliki perusahaan e-commerce mendunia. Awalnya dia adalah seorang pegawai swasta di salah satu perusahaan ternama di Jakarta.

Wanita lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia ini, memiliki mimpi menjadi pengusaha ketika ia masih bekerja di perusahaan swasta. Selama bekerja, Diajeng mengetahui berbagai aspek kreativitas masyarakat Indonesia, apa lagi ia bekerja di bidang marketing research. Menjadi modal awal Diajeng untuk memulai bisnisnya.

Awal Mendirikan Hijup

Menjadi pengusaha di bidang digital memang tidak mudah. Selalu ada hambatan dan tantangan tersendiri. Begitu juga bagi Diajeng Lestari ketika membangun Hijup. Berawal dari pengalaman pribadinya, Diajeng berhasil membangun e-commerce fashion muslim yang saat ini menjadi kiblat fashion muslim dunia.

Hijup di dirikan oleh Diajeng, karena dirinya merasa kesulitan menemukan fashion muslim yang fashionable. Terlebih, ketika itu ia bekerja di perusahaan swasta menuntut agar untuk tetap fashionable, bersih, dan rapi meskipun ia memakai hijab.

Di 2011, mencari produk hijab yang fashionable cukup sulit. Hingga membuat Diajeng melihat peluang besar dari industri fashion muslim ini. Ketika itu, tren hijab sudah mulai, namun belum begitu banyak pakaian muslim yang kekinian dan belum terstruktur. Diajeng akhirnya berpikir untuk membangun Hijup.

Atas dukungan suami Achmad Zaky, yang juga CEO perusahaan Start Up Bukalapak. Diajeng mendapatkan dukungan dalam membangun website dan perlengkapan digital lainnya ketika membangun Hijup.

Bukan perkara mudah mendirikan, Hijup. Di awal, Diajeng sempat mengelola Hijup sendiri. Mulai dari Direktur, Manager, hingga office girl. “Dari mengajak desainer bergabung, kurasi produk, pilih model, foto, sampai ke pengiriman kepada pelanggan. Segalanya saya kerjakan sendiri,” kata Ajeng dikutip dari Kontan.co.id.

Hijup ingin menjadi marketplace yang mewadahi para desainer-desainer hijab Indonesia untuk memasarkan produk mereka. Kini berbagai desainer hijab ternama Indonesia sudah bergabung dengan Hijup.

Dipandang Sebelah Mata

Tak mudah memang menjadi seorang pengusaha wanita, Diajeng sempat di pandang sebelah mata oleh orang-orang. Hingga dianggap bahwa bisnisnya tidak memberikan impact apapun kepada rekan-rekan bisnisnya.

Diajeng, pernah mendapatkan tolakan dari investor. Karena saat meeting ia membawa sang anak. “Oh, meeting bawa anak ya? Saya gak bisa ngasih kalau kamu punya anak,” kata Diajeng, menirukan ungkapan investor yang menolak dirinya saat meeting.

Tapi Diajeng tidak menyerah, hingga akhirnya ia menemukan investor yang mau membiayai bisnisnya. Dengan keyakinan dan data yang ia miliki ada saat itu, iya berhasil meluluhkan hati investor untuk membiayai e-commerce yang ia punya tersebut.

Hijup Menjadi Perusahaan Dunia

Atas kerja keras Diajeng, Hijup berhasil menjadi kiblat fashion muslim dunia. Hingga saat ini, produk Hijup sudah di ekspor ke 50 negara. Baik di wilayah Asia Tenggara, Asia, dan Eropa. Hingga membuat sebagai e-commerce fashion muslim terbesar di dunia.

Bahkan saat ini Hijup telah memiliki omzet hingga miliaran rupiah. Di 2015, omzet Hijup sudah mencapai angka Rp 2 miliar dalam satu bulan.

Tips Sukses

Menjadi pengusaha, saat ini masih menjadi salah satu impian atau mimpi para generasi milenial. Sebagai pengusaha harus kreatif, peka terhadap dinamika perubahan yang begitu cepat, dan memastikan bahwa bisnis bisa dijalankan secara suistable.

Selain itu, ketika membangun bisnis harus dengan jujur kepada diri sendiri. Pengusaha juga harus inovatif dan memberikan nilai tambah dari produk atau layanan yang diberikan. Dengan sesuatu yang berbeda bukan tidak mungkin pelanggan akan lebih tertarik.

Meskipun Anda seorang wanita, Anda harus berani dan melakukan apa yang menurut Anda itu tepat. Tanpa mencoba, maka pengalaman Anda tidak akan pernah tergali. Teruslah membuat bisnis yang unik dan memiliki perbedaan identitas bisnis Anda dengan yang lain. Dan jangan lupa untuk selalu berdoa dengan Tuhan untuk kelancaran setiap usaha.

Menjalankan usaha memang tidak mudah, apapun usaha Anda. Baik itu menjadi pengusaha distributor, reseller, dropship, dan lainnya semua ada proses. Tidak ada bisnis yang bisa sukses dalam satu malam.

Hijup pun sebelum sukses seperti saat ini, Hijup sering ditolak dan dianggap sebelah mata. Namun dengan semua keyakinan, kesuksesan bisa diraih meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama. Asal dijalankan dengan konsisten dan penuh dengan harapan. Semoga kisah sukses Diajeng Lestari bisa ditiru oleh teman-teman lainnya untuk membangun bisnis.

Share With:
Rate This Article