25.4 C
Jakarta
August 10, 2020
Lifestyle

Mau Mapan Di Usia 30? Coba Lakukan 5 Hal Ini

Siapa yang tidak pingin memiliki kehidupan layak di masa depan kelak. Hampir semua orang menginginkan memiliki kehidupan layak di masa depan. Menjadi mapan di usia 30 tahun merupakan impian banyak orang, tetapi bagaimana untuk menuju kesana? Ada beberapa tips yang harus kamu lakukan untuk mencapai hidup mapan di usia 30.

Sering sekali kamu mendengar ocehan orang-orang menganggap, kamu tidak mungkin mapan di usia tersebut, abaikan saja ocehan itu. Hal terpenting, kamu harus mampu untuk membuktikan kepada orang-orang yang tidak mempercayai hal tersebut.

Menjadi mapan adalah hak semua orang, siapapun itu bisa mendapatkan kemapanan, asalkan kamu bisa melakukan hal-hal yang membawa kamu menuju kepada kemapanan tersebut. Tidak mudah memang, tetapi ini menjadi waktu yang indah buat kamu membuktikan kepada semua orang.

Pekerjaan Tetap Satu

Sering sekali, kamu ataupun saya tergoda untuk mendapatkan pekerjaan baru dengan gaji yang lebih besar dari gaji kamu saat ini. Apa lagi, generasi milenial sering sekali melihat pekerjaan berdasarkan gaji yang mereka dapatkan. Para generasi milenial, dianggap “Kutu Loncat” mereka akan selalu loncat-loncat hingga mendapatkan tempat yang mana bisa memberikan mereka gaji besar. Termasuk kamu?

Tenang dulu, gak usah tersinggung. Jadi begini. Untuk mapan di usia 30 tahun, memang banyak hal yang harus kamu lakukan. Termasuk mendapatkan pekerjaan yang benar-benar layak dan bisa membawa kamu kepada kesehjahteraan hidup yang kamu inginkan.

Memang, terkadang gaji yang lebih besar di perusahaan lain membuat kita mudah tergoda. Tapi kenyamanan di perusahaan itu, belum tentu akan kita peroleh di perusahaan di masa depan. Ini menjadi satu pertimbangan yang harus kamu pikirkan.

Jalankan saja pekerjaan kamu saat ini, hal terpenting kamu bisa memiliki pekerjaan lain untuk menambah kekurangan keuangan kamu. Semisal, memiliki pekerjaan freelance atau pekerjaan tambahan lainnya yang bisa menambal kekurangan keuangan tersebut.

Tak Perlu Beli Barang Mewah

“Punya uang, punya barang mewah”

Mungkin Kamu sering menerima pemikiran tersebut. Terutama ketika baru bekerja, rasanya gaji yang Kamu dapatkan ingin sekali kamu belikan barang mewah yang kamu idamkan. Memang tidak salah mengenai hal ini, tapi apakah barang tersebut betul-betul kamu butuhkan?

Godaan saat bekerja dan memiliki gaji memang besar. Terutama jika kamu belum berkeluarga, membuat kamu ingin mencoba membeli banyak barang-barang yang selama sekolah atau kuliah tidak dapat kamu beli. Biasanya kamu akan tertarik untuk membelinya ketika pertama kali kerja.

Tidak ada yang melarang kamu untuk membeli berbagai barang dan produk yang kamu inginkan, tetapi kamu harus memahami untuk apa kamu membeli produk tersebut. Apakah agar dilihat oleh banyak orang atau untuk apa? Kembali lagi kepada diri kamu.

Sebaiknya, kamu memilih untuk memanfaatkan uang hasil jerih payah untuk membeli produk yang biasa saja namun nyaman dipakai. Daripada kamu membeli produk mewah hanya untuk pamer kepada orang-orang. Lebih baik hidup sederhana, tetapi penghasilanmu besar. Dari pada hidup kemewahan hanya untuk pamer kesana kemari.

Fokus Pada Pendapatanmu

Sering sekali saat kamu mendapatkan pendapatan pertama, kamu malah membeli beberapa barang untuk menunjukan kepada teman-teman dan orang-orang kalau kamu mampu mendapatkannya. Menghabiskan uang hanya sekedar memenuhi gaya hidup yang tidak sesuai dengan pendapatan yang kamu miliki.

Meskipun kamu sudah merasa memiliki pendapatan cukup besar saat ini, tak perlu sering-sering untuk nongkrong di Kedai Coffee mahal, gak perlu makan di Café dengan harga tinggi, bergaya sederhana akan lebih memudahkan kamu untuk menyimpan uang lebih banyak daripada mengeluarkannya.

Jangan sampai tergoda, karena melihat orang-orang suka traveling, makan di tempat mewah, hingga selalu jajan di tempat mahal dan menghabiskan uang untuk membeli barang-barang mewah. Jika kamu ingin mapan di usia 30, tinggalkan semua itu. Mungkin kalau sebulan sekali itu masih menjadi hal wajar.

Investasi Diri

Sangat jarang orang-orang, terutama anak milenial yang mau melakukan investasi diri dengan investasi uang untuk mengikuti berbagai training. Baik itu training untuk meningkatkan kemampuan, maupun meningkatkan diri dengan berbagai bacaan.

Kamu boleh mengikuti seminar ataupun workshop yang berkaitan dengan pekerjaan kamu atau berkaitan dengan hal baru yang ingin kamu kuasai. Mungkin seperti belajar memasak maupun belajar untuk mengikuti hal-hal baru yang bisa kamu ingin geluti selama ini.

Selain mengikuti seminar atau workshop, kamu bisa investasi buku. Sisihkan pendapatan kamu untuk membeli buku demi membuka wawasan dan pengetahuan kamu. Banyak hal yang bisa kamu dapatkan dari buku. Jalan-jalan lah ke Toko buku untuk sekedar mencari bacaan baru. Ini menjadi salah satu investasi diri demi menjadi orang yang mapan di usia 30 tahun.

Bersedekah

Ketika sudah memiliki penghasilan, jangan lupa menyisihkan penghasilan yang kamu miliki untuk orang-orang kurang mampu, yatim piatu, serta orang lain yang berhak kamu bantu. Dengan bersedekah menjadi satu cara kamu agar bisa selalu bersyukur atas apa yang sudah Tuhan berikan kepada kamu.

Sedekah menjadi satu cara untuk bisa membersihkan harta-harta yang kamu dapatkan. Dengan sedekah, tentu kamu akan lebih bahagia loh. Banyak orang-orang sukses yang tidak pernah melupakan sedekah. Kamu juga harus mengikuti jejak mereka untuk mulai bersedekah sejak saat ini. Bersedekah akan membuat kamu lebih tenang dan mensyukuri apa yang telah kamu dapatkan saat ini.

Menjadi mapan di usia 30 tahun merupakan impian setiap orang. Tetapi hal apa yang telah kita persiapkan untuk menuju kesana? Selagi usia masih 20an dan memiliki pendapatan yang cukup, tentu kamu bisa memikirkan bagaimana cara untuk menjadi mapan di usia 30. Cara-cara diatas, menjadi beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mapan. Hal penting, kemapanan harus muncul dari diri kamu sendiri.

Artikel Terkait

Mengejutkan! 15 Perusahaan Besar di Indonesia Melakukan PHK

rumi

Berusia Dibawah 50 Tahun! 3 Sosok Pengusaha Muda Indonesia yang Bisnisnya Cemerlang di 2017

rumi

Mengenali Quarter Life Crisis Saat Memasuki Usia 20-an dan Cara Mengatasinya

rumi