25.4 C
Jakarta
August 10, 2020
Lifestyle

Mengejutkan! 15 Perusahaan Besar di Indonesia Melakukan PHK

Pandemi Corona atau Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) belum juga usai. Membuat berbagai perusahaan besar harus melakukan PHK alias pemutusan hubungan kerja kepada karyawan mereka. Kebijakan pembatasan sosial, membuat beberapa industri terkapar. Demi mempertahankan cash flow perusahaan harus melakukan PHK karyawan. Siapa sajakah perusahaan besar di Indonesia yang melakukan PHK karyawan.

Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan pada Mei 2020 tercatat ada 1,7 juta orang terdampak PHK. Sedangkan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) jumlah PHK di Indonesia lebih besar dari apa yang telah disebutkan Pemerintah. Jumlah PHK data Kadin mencapai 6 juta orang di seluruh Indonesia.

Kita tidak perlu mendebatkan angka yang berbeda tersebut. Mending kita lihat siapa saja perusahaan yang harus melakukan PHK terhadap karyawan mereka.

Siapa saja perusahaan besar di Indonesia yang telah merumahkan dan melakukan PHK terhadap para karyawannya?

Garuda Indonesia

 

Deretan pertama perusahaan yang harus melakukan PHK para karyawan adalah Garuda Indonesia. Maskapai plat merah ini harus melakukan PHK sekitar 287 karyawan yang terdiri dari Pilot dan karyawan lainnya. Selain melakukan PHK, Garuda Indonesia juga merumahkan 826 karyawan mereka dan sebanyak 7184 karyawan harus merelakan gajinya di potong.

Kondisi ini dilakukan oleh manajemen Garuda Indonesia untuk memangkas biaya operasional. Terlebih, sejak masa pembatasan sosial, Garuda Indonesia menjadi industri yang terdampak akibat Covid-19 karena sedikitnya orang yang melakukan bepergian.

Demi menjaga stabilitas keuangan hingga perusahaan kembali survive, Garuda Indonesia harus melakukan hal tersebut. Saat ini Garuda Indonesia memang menjadi salah satu perusahaan besar yang terdampak Covid-19. Bahkan pendapatan Garuda Indonesia menurun tajam, membuat mereka harus restrukturisasi perusahaan dengan melakukan PHK dan merumahkan karyawannya.

Lion Air

Masih dari industri penerbangan, kali ini datang dari pesaing Garuda Indonesia yakni Lion Air. Selama masa Covid-19 Lion Air memang mengalami pengurangan frekuensi penerbangan, hal ini juga membuat pendapatan mereka turun tajam hingga harus melakukan PHK ribuan karyawan.

“Lion Air Group sedang mengalami masa sulit dan menantang, atas kondisi terbentuk akibat Covid-19. Memberikan dampak luar biasa yang mengakibatkan situasi penuh ketidakpastian,” ujar Coorporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, dikutip dari Medcom.id.

Lion Air menjadi perusahaan besar yang cukup banyak melakukan PHK karyawan, sebanyak 2600 orang di PHK. PHK besar-besaran yang dilakukan oleh Lion Air menjadi viral di media sosial. Tentu kita harus bersedih akan hal ini. Banyak karyawan yang harus kehilangan pekerjaan mereka.

Taksi Express

Identitas taksi berwarna putih menjadi ciri khas Taksi Express. Perusahaan dibawah naungan PT Express Transindo Utama, Tbk harus membatasi dan menghentikan beberapa layanan mereka. Selain itu, perusahaan harus melakukan PHK terhadap ratusan pegawai mereka.

Dari jumlah total 471 karyawan pada Desember 2019 menjadi hanya tersisa 390 orang. Hal tersebut berkaitan dengan restrukturisasi perseroan dan juga kondisi bisnis yang menurun akibat Covid-19. Bahkan karyawan tersisa harus rela menerima gaji mereka di potong sebesar 40% dari gaji mereka tiap bulannya.

Selain harus menerima penurunan pendapatan, Taksi Express masih menanggung utang per 31 Maret 2020 sebesar Rp 681, 9 miliar. Yang terdiri dari hutang obligasi, bunga tertunggak, hingga utang pajak dan kepada pihak ketiga.

Produsen Adidas Indonesia

Tidak hanya sektor transportasi yang melakukan PHK. Melainkan juga produsen sepatu internasional brand Adidas Indonesia, dibawah PT Shyang Yao Fung di Tangerang telah melakukan PHK 2500 karyawan. Namun, pihak Manajemen tidak menyebutkan melakukan PHK karena Covid-19.

PHK PT Shyang Yao Fung di Tangerang mengaku kalau PHK dikarenakan perusahaan akan melakukan relokasi ke Brebes, Jawa Tengah. Setelah semua operasional perusahaan pindah ke Brebes, perusahaan akan kembali merekrut pekerja dalam jumlah besar. Kabarnya, pabrik terbaru mereka memiliki kapasitas besar dan tentu akan membutuhkan banyak pekerja.

Gojek

Banyak yang prediksi di awal pandemi Covid-19, bahwa Start Up atau perusahaan teknologi menjadi perusahaan yang cukup kuat menahan guncangan Covid-19. Namun, tidak terbukti karena beberapa Start Up di Indonesia harus melakukan PHK karyawan bahkan ada yang tutup.

Pada 24 Juni 2020, perusahaan transportasi harus melakukan PHK 430 karyawan. Pihak Gojek menyebutkan PHK dilakukan untuk merestrukturisasi bisnis akibat dampak pandemi Covid-19. PHK menyasar 9 persen dari total 4000 karyawan Gojek.

430 karyawan tersebut berada di divisi GoLife, GoMassage serta GoClean dan GoFood Festival. Karena divisi tersebut mengharuskan interaksi jarak dekat dengan konsumen. Namun 430 pegawai yang telah di PHK mendapatkan pesangon sesuai porsi masing-masing.

Traveloka

Perusahaan teknologi selanjutnya yang mengalami PHK besar-besaran adalah Traveloka. Pandemi Covid-19 memang sangat menyerang industri pariwisata, termasuk para penyedia OTA (Online Travel Agen) salah satunya Traveloka. Traveloka menjadi perusahaan besar di Indonesia bidang teknologi yang harus melakukan PHK terhadap ratusan karyawan mereka.

Meskipun tidak terlalu banyak yang mengetahui, Traveloka ternyata melakukan PHK terhadap 100 orang atau 10 persen dari jumlah karyawan di Traveloka. Industri pariwisata memang menjadi industri yang paling terasa terkena dampak dari Covid-19. Salah satu yang merasakan adalah Traveloka.

Grab

Meskipun tidak ada info jelas mengenai berapa total karyawan yang di PHK oleh Grab Indonesia, Grab hanya menyatakan bahwa mereka telah melakukan PHK kepada 360 karyawannya di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Mengutip dari Kompas.com, juru bicara Grab Indonesia mengonfirmasi bahwa PHK juga berdampak di Indonesia. “Kami akan berkomunikasi dengan karyawan yang terdampak dalam beberapa hari ke depan,” terang juru bicara Grab Indonesia.

PHK dianggap sebagai cara melakukan efisiensi perusahaan untuk melakukan langkah efisiensi, meninjau semua komponen biaya, mengurangi pengeluaran, hingga memotong gaji manajemen senior.

KFC

KFC Indonesia dibawah payung PT Fast Food Indonesia menjadi salah satu perusahaan yang cukup banyak melakukan PHK karyawan pada masa pandemi. Hal ini disebabkan oleh tutupnya 115 gerai KFC di seluruh Indonesia. Dampak dari penutupan tersebut sebanyak 4.988 karyawan KFC harus rela di rumahkan.

Pembatasan sosial menyebabkan penurunan pendapatan KFC hingga 50%. Tentu membuat semua perusahaan harus mencari cara demi menjaga stabilitas perusahaan. Salah satunya dengan merumahkan ribuan karyawan.

Ramayana

Selain restoran, perusahaan besar di Indonesia yang melakukan PHK adalah PT Ramayana Lestari Sentosa, Tbk. Ramayana melakukan PHK sebanyak 87 karyawan di Ramayana City Depok, Jawa Barat. Hal ini disebabkan pendapatan Ramayana Depok mengalami penurunan cukup signifikan selama pandemi.

 

Padahal Ramayana berharap di season lebaran ada peningkatan pendapatan dengan mendongkrak penjualan. Tetapi semua itu tidak terjadi. Sehingga manajemen mengambil keputusan untuk melakukan PHK kepada beberapa karyawannya.

PT Rimo International Lestari, Tbk (RIMO)

Industri properti juga terkena imbas dari Covid-19. Tidak hanya mengalami penurunan pembelian, banyak perusahaan properti yang harus melakukan PHK terhadap karyawannya. Salah satunya PT Rimo International Lestari, Tbk harus melakukan PHK kepada 12 karyawannya.

Perusahaan ini mengaku Pandemi Corona, membuat operasional pusat perbelanjaan dan hotel di Pontianak, Kalimantan Barat terganggu. Selain itu, tidak ada penjualan dari Apartemen mereka di Jakarta. Selain melakukan PHK, PT Rimo juga memangkas gaji karyawan hingga 50%.

PT Cahayaputra Asa Keramik, Tbk (CAKK)

Perusahaan lain yang harus melakukan PHK di Indonesia yakni PT Cahayaputra Asa Keramik, Tbk perusahaan industri keramik dengan brand Kaisar harus melakukan PHK terhadap 168 karyawan. Sementara, 178 orang karyawan terpaksa di rumahkan, serta 260 orang karyawan lainnya terkena dampak status lain pemotongan gaji.

Manajemen menyatakan bahwa mereka mengalami masalah dalam distribusi. Perusahaan yang fokus pada bahan bangunan ini, mengalami penurunan permintaan keramik karena banyak proyek properti yang berhenti selama masa Covid-19. Membuat pendapatan perusahaan menurun tajam.

PT Eastparc Hotel, Tbk (EAST)

Industri pariwisata memang menjadi yang paling terdampak akibat Covid-19. Salah satunya adalah PT Eastparc Hotel, Tbk (EAST) yakni sebanyak 65 orang harus rela di PHK. Disebabkan oleh berhentinya operasional Hotel secara menyeluruh akibat Covid-19 belum lagi adanya larangan dari Pemerintah untuk masyarakat melakukan bepergian.

Oleh karena itu, perusahaan melakukan upaya untuk mempertahankan usaha dengan pengiritan biaya di segala aspek. Selain harus PHK, 30 karyawan di rumahkan dan 98 orang karyawan harus menerima pemotongan gaji. Banyak Hotel milik PT Eastparc Hotel, Tbk yang harus tutup terutama di tempat asal  mereka Yogyakarta.

PT Pudjiadi & Sons, Tbk

PT Pudjiadi & Sons, Tbk adalah induk perusahaan hotel Jayakarta Grup. Perusahaan ini juga harus melakukan PHK kepada 80 karyawan sejak awal tahun. 1022 karyawan terdampak pandemi Covid-19 dengan status lainnya. Dan juga perusahaan melakukan pemotongan gaji hingga 50% terhadap karyawan yang masih bekerja.

PHK dilakukan karena operasional hotel banyak berhenti akibat pembatasan sosial. Serta banyak orang yang tidak melakukan pelesir selama pandemi. Bahkan Pudjiadi & Sons hanya membuka 4-22% kamar hotel yang mereka kelola.

PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk

Perusahaan pengolahan dan perdagangan produk pertanian PT Prasidha Aneka Niaga, Tbk juga melakukan PHK terhadap 21 karyawannya akibat pembatasan sosial pandemi Covid-19. Selain itu, social distancing yang diterapkan membuat para pekerja harus bekerja secara bergantian. Membuat perusahaan mengalami penurunan pendapatan di Maret April mencapai 25-50%.

PT Indosat

Perusahaan telekomunikasi yang terdengar melakukan PHK kepada ratusan karyawannya adalah PT Indosat. Sebanyak 677 karyawan di PHK mulai April 2020. Dan pada 30 Juni 2020 ada sekitar 57 karyawan lainnya yang ikut di PHK.

PHK yang dilakukan oleh Indosat kepada ratusan karyawan yang sudah bekerja puluhan tahun. Bahkan para karyawan mendapatkan pesangan atau kompensasi mulai dari 40-70 kali lipat dari gaji mereka. Ada yang mengatakan kompensasi yang didapatkan mencapai Rp 1 milliar.

PHK dilakukan karena persaingan industri Telekomunikasi yang cukup sengit. Untuk merampingkan perseroan. Meskipun langkah manajemen tersebut telah di tolak oleh serikat pekerja Indosat. Namun, PT Indosat menyatakan 90 % karyawan yang di PHK telah setuju.

Pandemi Covid-19 memang masih berlangsung, gelombang PHK tidak hanya melanda perusahaan-perusahaan yang telah disebutkan di atas. Bahkan akan semakin banyak orang yang akan terkena PHK. Baik itu perusahaan besar, maupun setingkat UMKM banyak melakukan PHK karyawan mereka. Beberapa perusahaan besar di Indonesia harus melakukan PHK terhadap puluhan hingga ribuan karyawan mereka, demi bisa tetap bertahan di pandemi.

Solusi Ketika Anda Terkena PHK

Banyak yang merasa PHK adalah akhir dari segalanya. Mungkin juga bukan sebuah akhir, namun PHK menjadi awal Anda untuk menggapai kesuksesan yang telah Anda tunda-tunda. Bisa jadi selama ini Anda memiliki keinginan untuk memulai bisnis tapi tidak tersampaikan, tapi saat PHK dan mendapatkan pesangon Anda bisa memulainnya loh.

Salah satu bisnis yang bisa Anda jalankan adalah dengan menjadi Accurate Digital Partner atau ADP. Accurate Digital Partner (ADP) adalah partner atau mitra penjualan resmi dari produk-produk yang dikembangkan oleh PT Cipta Piranti Sejahtera, seperti Accurate Online, Accurate Lite & Rene POS yang bertujuan untuk membantu UKM & Pelaku Bisnis di seluruh Indonesia. Untuk menjadi ADP, Anda tidak perlu melakukan pendaftaran pembayaran.

Nah ADP juga menjadi solusi untuk kalian yang terdampak PHK maupun untuk Anda yang mengalami pengurangan pendapatan akibat Covid-19. Saat ini, Accurate.partners masih membuka pendaftaran untuk teman-teman yang terarik menjadi mitra Accurate.partners. Jadi buat kalian yang belum mendaftar, sekarang menjadi waktu kalian mendaftar loh.

Memang ADP bisa membuat Anda mendapatkan gaji atau pendapatan baru? Yah, tentunya ADP bisa menjadikan Anda memiliki pendapatan tambahan dari berjualan software saja. Apa lagi, Anda bisa berjualan tanpa harus bertemu dengan pembelinya loh.

Untuk informasi mengenai sistem kerja, berapa penghasilan yang diperoleh, hingga berapa banyak bonus yang bisa Anda dapatkan. Langsung saja Anda klik banner di bawah ini.

Accurate Digital Partner

Artikel Terkait

Pentingnya Penerapan Akuntansi untuk Kehidupan Sehari-Hari

rumi

6 Keuntungan yang Akan Diraih Saat Merintis Bisnis di Usia Muda

rumi

Yuk Lakukan! 5 Olahraga Sederhana yang Bisa Anda Lakukan di Sela-Sela Cari konsumen

rumi