Mengenang Miliarder Pendiri IKEA Ingvar Kampard yang Meninggal di Usia 91 Tahun

Kabar duka sedang melanda dunia ekonomi internasional, atas meninggalnya pemilik IKEA. Retail furniture asal Swedia, Ingvar Kampard. Ingvar meninggal di usia 91 tahun pada Minggu, 27 Januari 2018 di rumahnya. Ingvar Kampard dikenal sebagai miliarder dunia yang selalu masuk dalam jajaran 10 besar daftar orang terkaya dunia.

Kematian Ingvar diumumkan oleh perusahaan miliknya, dikatakan bahwa Ingvar meninggal dengan tenang di rumahnya, di wilayah Smaland, Swedia. “Ia meninggal dengan dikelilingi oleh orang-orang yang dicintai,” seperti yang dikutip dari Newsroom.inter.ikea.com.

“Kami sangat sedih atas kematian Ingvar. Kami akan mengingat dedikasi dan komitmennya yang selalu berpihak kepada banyak orang. Seorang yang tidak pernah menyerah, selalu menjadi yang lebih baik, dan pemimpin yang selalu memberi contoh,” terang CEO and President of inter IKEA Group, Torbjoon Loof.

Miliarder yang Sederhana

Meskipun masuk dalam jajaran orang terkaya dunia, Ingvar tidak pernah menunjukan bahwa dirinya tampak seperti seorang miliarder. Apa lagi, Ingvar dikenal sebagai pengusaha yang tidak segan untuk makan bersama dengan karyawan-karyawannya di cafe kantornya.

Hal tersebut pun diamini oleh Torbjoon, bahwa bosnya itu merupakan seorang pekerja keras dan selalu ramah terhadap semua orang. Bahkan Torbjoon mengatakan bahwa Ingvar masih sempat bekerja di kantor di hari-hari terakhir hidupnya.

Selain itu, Ingvar dikenal seorang miliarder yang cukup sederhana. Meskipun ia memiliki kekayaan mencapai 54 miliar poundsterling, Ingvar tidak pernah bepergian menggunakan jet pribadi, ia lebih memilih untuk bepergian menaiki pesawat kemanapun dengan menggunakan kelas ekonomi.

Bahkan Ingvar sering sekali naik transportasi umum dari rumahnya ke kantor. Ia juga pernah diusir dari tempat penghargaan yang diadakan oleh para pengusaha, hanya karena ia datang ke lokasi pemberian penghargaan dengan menggunakan bus umum, bukan dengan mobil mewah.

Tidak sampai disitu, kesederhanaan Ingvar pun dikenal dengan seorang pengusaha yang sering sekali makan di restoran murah dan tidak melebihi angka $4 untuk sekali makan. Selain itu, ia selalu belanja di pasar tradisional dekat rumahnya dibandingkan dengan berbelanja di supermarket modern.

Mendirikan IKEA

Ingvar Kampard terlahir dari keluarga sederhana, bukan dari seorang keluarga miliarder. Orang tuanya hanyalah seorang petani di suatu desa di Swedia. Meskipun memiliki masalah disleksia, Ingvar sejak kecil selalu ingin menjadi seorang pengusaha sukses. Ia sejak muda memiliki kemampuan dalam membeli sebuah produk dan menjualnya kembali.

Mengenang ingvar kampard

Pada usia 17 tahun, Ingvar akhirnya mendirikan IKEA. Nama IKEA sendiri diambil dari namanya IK dan desa dan kota yang telah membesarkannya yakni EA (Elmytard, Agunnaryd). Dia ingin agar nama serta desa yang telah membesarkannya selalu diingat oleh banyak orang.

IKEA di dirikan saat usia Ingvar masih 17 tahun, tepatnya pada tahun 1943. Pada awal berdirinya, IKEA menjual segala jenis produk baik itu alat tulis, dompet, bingkai foto, dan jam tangan. Sementara itu perabotan rumah tangga baru masuk ke IKEA pada 1947 dan perabotan yang dirancang oleh IKEA baru di mulai pada 1955.

Produk-produk IKEA dikenal sebagai produk yang rancangannya sangat modern, dan aneh. IKEA selalu memperlihatkan produk-produknya menggunakan katalog. Bahkan dikatakan katalog IKEA memiliki jalur distribusi terluas, dan selalu diperbarui setiap Agustus.

IKEA Retail yang UNIK

IKEA terkenal sebagai perusahaan mebel kelas dunia yang sudah tersebar di 46 negara dengan 364 toko. Di Indonesia, IKEA ada di daerah Serpong, Tangerang Selatan. IKEA selain dikenal dengan kualitas produknya yang modern dan aneh, desain toko IKEA pun UNIK.

Ketika Anda berkunjung ke toko IKEA, Anda sangat jarang menemukan kaca, kecuali toko IKEA yang berada di Jerman yang lebih banyak kaca untuk efisiensi penggunaan listrik. Sehingga ada pencahayaan alami. Karena konsep IKEA seperti labirin, konsumen akan dibawa masuk ke dalam toko yang jalur untuk konsumen dirancang seperti labirin. Dimana pengunjung, hanya memiliki satu jalur masuk dan keluar, dengan mengikuti arah jarum jam. Namun, IKEA telah memberikan jalur potong yang memudahkan pengunjung untuk dapat memotong jalurnya.

Pendiri IKEA memang sudah tidak ada, namun namanya tetap dikenang oleh masyarakat dunia. Atas kerja kerasnya Ingvar Kampard kita bisa berkunjung ke toko mebel modern yang ada di dunia. Kini, sang pendiri telah meninggalkan kita dengan warisan luar biasa yang diciptakannya.

Karakter pekerja keras, dan kesederhanaannya bisa menjadi contoh oleh kita semua yang memiliki cita-cita atau sudah menjadi pengusaha. Kekurangan bukan menjadi hambatan, tetapi itu harus menjadi cara kita untuk bersyukur dan berpikir bagaimana cara menggunakan kekurangan tersebut. Meskipun Ingvard dianggap sebagai seorang yang disleksia, sulit dalam membaca dan menulis. Tetapi Ingvar muda memiliki cita-cita untuk menjadi pengusaha sukses, dan pada akhirnya berhasil ia lakukan.

Dimanapun dan kapanpun

Share With:
Rate This Article
No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.