Ngeri! Ini 3 Dampak Jika Lockdown Terjadi Di Indonesia

Penyebaran virus Corona di Indonesia semakin besar, hingga 16 Maret 2020 malam mencapai 134 orang positif Corona atau COVID-19. Sejak di umumkan pertama kali, pada 2 Maret 2020, jumlah korban terus bertambah. Ada pasien yang telah meninggal. Sebagian pihak, meminta Pemerintah untuk melakukan lockdown seperti Negara-negara lain. Namun Indonesia tidak melakukan lockdown untuk mencegah penyebaran lebih luas lagi. Karena ada beberapa dampak jika lockdown terjadi di Indonesia jika dilakukan.

Corona tampak menjadi momok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Fenomena panic buying terjadi, saat pertama kalinya diumumkan terdapat dua warga Indonesia positif Corona. Masyarakat merasa takut jika Pemerintah melakukan lockdown hingga mereka melakukan panic buying.

Namun hingga hari ini, meskipun jumlah pasien positif Corona mencapai ratusan orang. Indonesia tidak melakukan lockdown. Pemerintah hanya menyerukan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Hingga menyerukan anak-anak untuk tidak masuk sekolah selama dua minggu dan para pekerja dipersilahkan untuk bekerja dari rumah.

Cara Pemerintah Atasi Corona

Photo from Medcom.id “Jokowi Larang Pemerintah Daerah Lakukan Lockdown”

“Tidak ada kita berpikir ke arah lockdown,” tegas Presiden Joko Widodo di Istana, Senin (16/3/2020) seperti dikutip dari CNBCIndonesia.com.

Jokowi mengatakan saat ini pemerintah berupaya untuk mengurangi mobilitas orang dari satu tempat ke tempat lain, menjaga jarak dan mengurangi kerumunan orang yang membawa risiko besar penyebaran Covid-19 untuk mengatasi penyebaran yang lebih luas dari pandemi Corona.

Dampak yang Terjadi Jika Lockdown Dilakukan

Berbagai dampak akan bermunculan ketika Pemerintah harus melakukan lockdown. Meskipun beberapa Negara sudah melakukannya. Ada yang hanya beberapa wilayah yang terdampak cukup parah, ada juga yang melakukan lockdown secara nasional.

Dibalik itu, Negara-negara yang melakukan lockdown mengalami berbagai dampak yang luar biasa terhadap negaranya. Baik dari sisi ekonomi, politik, dan lainnya. Jika Indonesia melakukan lockdown, akan ada beberapa dampak. Berikut beberapa dampak jika terjadinya lockdown.

Dampak Ekonomi

Tentu ketika terjadinya lockdown, akan terdapat dampak ekonomi yang sistematis dan berdampak ke semua sektor. Bahkan Menteri Keuangan menilai langkah tersebut hanya akan membuat ekonomi menjadi berat.

Photo by rawpixel.com from Freepik.com

Pasalnya, pemberlakuan self distancing yang kadar pembatasan pergerakan masyarakat, seperti melakukan segala aktivitas di rumah saja dapat membuat konsumsi menurun tajam. “mungkin yang memang paling berat kalau orang sampai work from home (kerja dari rumah) segala macam kan consumption,” ungkap Sri Mulyani seperti dikutip dari CNNIndonesia.

Bila tingkat konsumsi berkurang, pertumbuhan beberapa indikator penopang ekonomi pun akan mulai berguguran. Sebab, perekonomian nasional sangat bergantung dengan laju konsumsi  masyarakat yang jumlahnya 260 juta orang ini.

Pasalnya kurangnya pergerakan orang, tentu akan mengurangi aktivitas berbelanja, untuk menghindari keramaian. Namun, bagi mereka yang melek teknologi dan memiliki uang, mereka akan berbelanja secara online. Meskipun barang online, pasokannya akan terbatas. Industri akan berdampak lebih besar.

Pendapatan Masyarakat Berkurang Hingga Tidak Memiliki Penghasilan

Mengapa pendapatan masyarakat berkurang? Meskipun pemerintah menyerukan untuk perusahaan mengizinkan para pekerjanya bekerja dari rumah, itu tidak akan berpengaruh terlalu signifikan terhadap pendapatan para karyawan. Karena perusahaan tempat mereka bekerja tetap membayar mereka.

Tetapi masyarakat Indonesia sebagian besar berprofesi di sektor informal. Seperti pedagang, pengusaha angkutan, bangunan, dan jasa. Tentu dengan pemberlakuan sistem kerja di rumah saja, para pekerja sektor informal ini mengalami pengurangan dari sisi penghasilan.

Terlebih, jika lockdown benar-benar dilakukan. Tentu akan lebih banyak masyarakat yang tidak mendapatkan penghasilan. Seperti para driver taxi dan ojek online. Jika Jakarta lockdown, tentu pendapatan mereka akan berkurang signifikan.

Panic Buying

Jangankan lockdown, pengumuman kasus pertama Covid-19 di Indonesia aja membuat masyarakat melakukan panic buying. Bagaimana jika dilakukan lockdown? Tentu panic buying akan terjadi dimana-mana dan membuat masyarakat ekonomi rendah tidak akan mendapatkan apa-apa.

Photo by Bill Greene | Boston Globe | Getty Images from CNBC.com

Semua yang akan melakukan pembelanjaan secara besar-besaran adalah mereka yang memiliki uang lebih banyak. Tentu, masyarakat kelas bawah tidak memiliki kemampuan untuk belanja lebih banyak dibandingkan masyarakat atas.

Ketiga dampak jika lockdown terjadi di Indonesia tentu dihindari Pemerintah dan lembaga terkait. Melakukan lockdown memang tidak akan mudah. Pasalnya, Pemerintah harus mampu menjamin konsumsi setiap rumah tangga, jika memang dilakukan lockdown. Pemerintah harus menyiapkan segalanya secara matang, jika memang harus melakukan lockdown. Sehingga masyarakat, meski berada didalam rumah, tetap merasa tenang.

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment