27.3 C
Jakarta
November 25, 2020
Insight

Ngeri! 13 Daftar Pekerjaan yang akan Hilang Di Masa Depan

e-book

Perkembangan teknologi memang memudahkan aktivitas manusia. Di era industri digital 4.0 seperti saat ini, semua industri dituntut untuk efektif dan efisien dalam melakukan pekerjaan. Tetapi tahukah kamu bahwa kehadiran teknologi juga mengancam pekerjaan manusia di muka bumi. Ada pekerjaan yang akan hilang di masa depan. Apa saja pekerjaan tersebut?

Era keterbukaan memang membuka peluang-peluang baru. Namun juga menutup pekerjaan yang telah biasa kita lihat mungkin kita terlibat di dalamnya. Mungkin beberapa tahun ke depan, banyak pabrik dan industri yang tidak mempekerjakan manusia, tetapi mesin dan robot. Ini menjadi ancaman bagi setiap individu dimanapun.

Berikut daftar pekerjaan yang akan hilang di masa depan

Kasir

Kasir sudah sejak lama di prediksi menjadi salah satu pekerjaan yang akan hilang di masa depan. Terlebih semakin canggihnya teknologi pembayaran. Bahkan beberapa e-commerce di Indonesia sudah membuka toko fisik mereka tanpa kasir. Seperti JD.id dan Blibli.com. Keduanya sudah membuat toko tanpa kasir di kawasan Jakarta.

Contoh lainnya sudah terlihat, sekarang kita bisa perhatikan, petugas penjaga tol sudah sangat sedikit. Semua digantikan oleh alat non tunai. Tugas kasir sudah usai? Tentunya dibeberapa toko masih terdapat penjaga kasir. Namun di prediksi hingga tahun 2026 semua toko retail akan menghilangkan petugas kasir.

Front Office Bank

Dulu mungkin bekerja di bank menjadi impian setiap orang. Tetapi tahukah Anda, bahwa petugas bank, terutama dibagian front office sudah banyak berkurang sejak beberapa tahun ke belakang. Hal ini dikarenakan untuk melakukan transaksi ringan, banyak nasabah bank yang lebih memilih untuk melakukannya melalui internet banking dan mobile banking.

Seperti di kutip dari Kontan.co.id, Bank swasta terbesar di Indonesia BCA di di Desember 2018 sebanyak 27.561 karyawan, sedangkan di Juni 2019 karyawan BCA hanya 25.954 karyawan tetap. Belum lagi banyak bank-bank lain yang melakukan pengurangan untuk karyawan di bagian front office. Tentu ini menjadi hal yang patut di waspadai untuk beberapa waktu ke depan.

Loan Officer

Masih dalam dunia perbankan. Loan officer adalah salah satu profesi yang berhubungan langsung dengan nasabah. Biasanya Loan Officer adalah petugas yang melayani nasabah untuk melakukan pinjaman kredit, KPR, KTA, dan berbagai aktivitas peminjaman lainnya. Semua dilakukan oleh petugas Loan Officer.

Teknologi dunia perbankan yang semakin pesat, membuat profesi ini mungkin akan hilang dalam beberapa tahun ke depan. Terbukti, beberapa perbankan sudah melakukan perkembangan teknologi untuk memudahkan nasabah mereka dalam melakukan pinjaman. Sekarang kita tahu, meminjam uang melalui aplikasi bisa dilakukan dengan mudah tanpa harus datang ke kantor cabang bank atau lembaga peminjam lainnya.

Beberapa negara kini telah memudahkan para nasabah untuk meminjam, yakni melalui platform online. Tanpa harus nasabah datang ke cabang bank. Hal ini tentu akan mengurangi jumlah petugas Loan Officer. Industri perbankan juga akan melakukan perkembangan melalui aplikasi.

Tenaga Pengajar

“Pahlawan tanpa tanda jasa” untaian kalimat yang sering tertuju pada profesi seorang guru atau dosen ini memang sangat melekat di Indonesia. Berkat merekalah bermunculan orang-orang cerdas di setiap negeri. Tanpa guru, tentu akan sulit menemukan orang-orang berpendidikan.

Sangat disayangkan memang, perkembangan teknologi membuat profesi guru akan hilang. Tenaga pengajar masuk dalam daftar pekerjaan yang di prediksi hilang di masa depan. Ini memang sulit disangka. Profesi yang sangat berjasa bisa hilang. Kehadiran teknologi Artificial Inteligence membuat profesi ini bisa hilang.

 Travel Agen

Saat ini memang agen travel masih cukup banyak yang melanglang buana dan berkembang pesat. Banyak dari mereka yang tidak hanya menjual tiket pesawat untuk bisa hidup, dahulu travel agen hanya mengandalkan tiket pesawat, namun kini mereka sudah membuka layanan reservasi perjalanan. Mulai dari tiket pesawat, hotel, tempat wisata, hingga menyiapkan segala akomodasi untuk konsumen.

Jika para travel agen tidak melihat kepada peluang lain, mereka harus segera beralih ke ranah digital. Saat ini, hanya itulah yang cukup baik untuk dilakukan dan menjadi peluang yang baik. Saat ini, hampir 30% wisatawan melakukan booking melalui online.

Buruh

Indonesia memang memiliki buruh cukup banyak. Serikat buruh juga sangat banyak di Indonesia, tetapi tahukah Anda bahwa profesi buruh mungkin akan tergantikan oleh mesin-mesin produksi yang cukup canggih saat ini. Kondisi ini tentu akan membuat profesi buruh terancam. Terlebih, hampir setiap tahun buruh selalu menuntut UMR yang besar.

Perusahaan yang tidak sanggup mempekerjakan banyak buruh, secara perlahan akan menggantikan posisi buruh. Mereka akan lebih memilih menggunakan robot untuk produksi. Selain tentu akan lebih murah, akan membuat pengeluaran perusahaan lebih ringan dibandingkan dengan menggunakan tenaga manusia. Tentu buruh akan masuk dalam daftar pekerjaan yang akan hilang di masa depan.

Pustakawan

Sedih sekali jika profesi ini hilang. Mereka adalah para penjaga perpusatakaan. Memang profesi ini sudah terasa terancam sejak dulu. Saat ini tidak banyak orang-orang yang datang ke perpustakaan hanya untuk sekedar membaca buku. Rata-rata pengunjung perpustakaan adalah orang-orang yang hanya ingin mengerjakan tugas.

Anda juga sadar bukan? Kalau Anda datang ke perpusatakaan hanya sekedar untuk menyelesaikan skripsi, tesis, maupun jurnal saja. Tetapi tidak untuk memang menambah pengetahuan. Belum lagi, akses e-book saat ini cukup mudah dilakukan dalam genggaman. Membuat para pustakawan akan kehilangan pekerjaan mereka di masa mendatang.

Asisten Administrasi

Seorang administrasi memiliki tugas yang sebenarnya cukup berat. Mereka harus mengurusi segala pemberkasan dan administrasi. Seorang asisten administrasi meliputi pengaturan jadwal dan pertemuan, mempersiapkan laporan dan sistem pengarsipan yang sesuai.

Tentunya dengan kecanggihan teknologi membuat semua menjadi mudah dan cepat. Seperti mengatur jadwal dan pertemuan bisa dilakukan langsung menggunakan aplikasi reminder. Bahkan segala keperluan administrasi bisa dilakukan melalui komputerisasi, tentu ini akan membuat beberapa profesi tidak akan digunakan kembali.

Agen Asuransi

Meskipun banyak yang membantah bahwa profesi agen asuransi menjadi salah satu pekerjaan yang akan hilang di masa depan. Namun perusahaan asuransi di Indonesia meyakini agen asuransi di Indonesia masih akan terus ada.

Menurut Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Budi Tampubolon, agen asuransi bukanlah berstatus ‘sales’ tetapi menjadi pendamping nasabah dalam membuat perencanaan keuangan. Seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Banyak prediksi di era digital, profesi agen asuransi akan hilang dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. Kita lihat saja apakah hilang atau tidak.

Telemarketing

Profesi telemarketing masih menjadi profesi yang banyak dilakukan oleh beberapa perusahaan di Indonesia. Profesi ini masih menjadi andalan bagi perusahaan yang bergerak di penjualan produk. Mulai dari produk fisik hingga produk asuransi, masih memiliki telemarketing untuk menjelaskan produk kepada konsumen.

Mengapa pekerjaan telemarketing akan hilang? Saat ini banyak konsumen yang banyak mencari produk dengan mencari tahu melalui internet. Mereka sangat enggan untuk melakukan komunikasi melalui telepon. Apa lagi terkadang seorang telemarketing sangat menganggu konsumen ketika menghubungi konsumen dalam waktu yang terlalu sering.

Telemarketing menjadi pekerjaan yang akan hilang di masa depan.

Penerjemah

Padahal profesi satu ini cukup menjanjikan loh saat ini. Tetapi entah mengapa, banyak yang memprediksi penerjemah akan menjadi salah satu profesi yang akan hilang di masa depan, mengapa? Perkembangan teknologi artificial intelligence akan mengantikan peran penerjemah.

Terbukti, saat ini fitur-fitur penerjemah dari satu bahasa ke bahasa lain sudah cukup banyak digunakan secara online. Ini akan membuktikan bahwa profesi ini akan segera punah. Bukan tidak mungkin, aplikasi penerjemah bahasa akan semakin di sempurnakan nantinya dengan kehadiran system AI.

Jurnalis

Tak pernah disangka, bahwa profesi jurnalis menjadi salah satu pekerjaan yang di prediksi akan hilang di masa depan. Hal ini dikarenakan oleh adanya program AI semacam Wordsmith yang mampu menulis berita dengan baik. Program ini bahkan bisa melakukan riset dari program data besar dan membuat laporan berita secara efisien.

Mengutip dari Merdeka.com di 2014 Associated Press sudah mulai menggunakan software cerdas untuk menulis sebuah laporan. Ini menjadi salah satu hal yang memprediksi hilangnya profesi jurnalis di masa depan. Bahkan penulis juga akan hilang dan punah.

Akuntan

Tak disangka memang, pekerjaan akuntan akan menjadi salah satu pekerjaan yang akan hilang di masa depan. Hal ini dikarenakan semakin mudahnya proses akuntansi dengan bantuan software accounting yang sudah banyak digunakan oleh perusahaan dan usaha. Kemudahan penggunaan software accounting bisa digunakan salah satunya oleh orang yang tidak memiliki pendidikan akuntansi sama sekali loh. Tentu ini mengancam para akuntan di masa mendatang.

Software memang bisa mengalihtugaskan pekerjaan yang selama ini dilakukan secara manual menjadi bisa dilakukan otomatis. Bukan tidak mungkin, di beberapa tahun ke depan pekerjaan akuntan akan hilang.

Nah itulah 13 daftar pekerjaan yang akan hilang di masa depan. Buat kalian yang mungkin bekerja di bidang-bidang tersebut, cobalah untuk selalu upgrade skill Anda dengan hal-hal baru yang bisa meningkatkan skill Anda ke depan. Selalu motivasi diri untuk bisa meningkatkan kemampuan baru demi menunjang profesi-profesi baru yang mungkin akan muncul di masa mendatang.

Artikel Terkait

Daripada Depresi Belum Dapat Kerja, Mending Jadi Accurate Digital Partner!

rumi

Gawat! 25% Milenial Tidak Memiliki Koneksi Ke Dunia Kerja

rumi

Apa itu Burnout dan Bagaimana Menghindari Burnout?

rumi

Leave a Comment