Penuh Inspirasi! Deretan 7 Wanita Sukses Pemimpin Perusahaan Rintisan

Saat ini perusahaan rintisan menjadi seperti tren baru bisnis. Banyak orang-orang baru yang muncul dan mereka sangat inspiratif. Tetapi, perusahaan rintisan ternyata tidak hanya di kuasai oleh kaum Adam. Ada banyak pemimpin-pemimpin dari kaum hawa juga loh. Kali ini, Accurate.Partners akan mengulas beberapa pemimpin perusahaan rintisan wanita inspiratif.

Dunia start up selalu dikenal dengan perusahaan teknologi yang lebih banyak di isi oleh laki-laki. Ternyata, jika kita turun gunung, banyak juga wanita-wanita yang menjadi perusahaan rintisan loh.

Data yang dikemukakan oleh Kepala Badan Eknomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, mengatakan bahwa pekerja perempuan di industri kreatif mencapai 56,04% di 2017. Padahal porsi pekerja perempuan secara nasional hanya 38,35% di periode yang sama.

Siapa saja mereka, yuk kita ulas untuk mengetahui latar belakang mereka dan perusahaan yang mereka pimpin.

Shinta Nurfauzia

Wanita lulusan fakultas hukum ini membuktikan kalau dunia start up bisa ditangani. Bahkan wanita ini akhirnya bisa mendirikan start up makanan sehat. Tak khayal, Shinta saat ini menjadi salah satu pemimpin wanita di perusahaan rintisan.

Shinta akhirnya berhasil mendirikan start up yang disukai oleh orang-orang pecinta hidup sehat, yakni Lemonilo. Lemonilo merupakan e-commerce produk makanan sehat. Atau lebih dikenal dengan healthy lifestyle ecosystem.

Bahkan beberapa produk Lemonilo sudah ada di retail-retail modern. Kerja keras Shinta saat ini telah membawa hasil yang luar biasa. Sosoknya cukup inspiratif.

Meskipun di awal usia 25 tahun sempat menghadapi quarter life crisis yang membuatnya berpikir apa yang harus ia pilih dalam hidupnya. Tetap melanjutkan di bidang hukum atau memilih untuk menjadi seorang entrepreneur seperti impiannya.

Lemonilo lahir di 2015 dengan mimpi dan tekad untuk membantu perubahan bagi masyarakat Indonesia. Sebagai pemimpin wanita di perusahaan rintisan, Shinta memiliki tekad tinggi untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia.

Melissa Siska Jumito

Bermula dari seorang Accounting and finance di Tokopedia, lantaran setiap pekerjaannya di kerjakan dengan baik, karir melisa akhirnya cukup melesat di marketplace terbesar tersebut. Melissa kini telah menjadi seorang Chief Operating Officer di Tokopedia.

Saat itu, Melissa dipercayai untuk membangun tim bisnis dan marketing yang solid. Tidak di sia-siakan, ia langsung menunjukan tekadnya dan berhasil membuat campaign “Ciptakan peluangmu di Tokopedia.” Campaign ini cukup sukses.

Bagaimana kesuksesan Melissa? Mengutip dari IDNTimes untuk sukses, sebuah perusahaan harus mampu memprediksi dan membaca perilaku consume. Prediksi dan strategi harus ada satu langkah di depan kompetitor.

Di Tokopedia, Melissa selalu menghadirkan program-program menarik. Salah satu program yang sukses ditangani oleh Melissa adalah Ramadhan Ekstra 2018. Disebut-sebut, program itu yang paling sukses. Bahkan perusahaan mengklaim, itu sebagai belanja online terbesar dalam sejarah Tokopedia.

Ternyata pemimpin wanita bisa bersaing dengan pemimpin pria loh. Perempuang bukan berarti tidak boleh berkarya. Mereka memiliki ide-ide cemerlang yang bisa membawa perusahaan lebih maju dan sukses.

Christin Djuarto

Anda semua pasti bertanya-tanya, siapa sosok wanita satu ini. Christin Djuarto adalah salah satu orang penting di Shopee loh. Dia menjabat sebagai Direktur Shopee Indonesia. Inspiratifnya lagi, posisi tersebut ia raih di usia-nya yang belum genap 30 tahun, yakni 29 tahun. Luar biasa bukan?

Wanita lulusan Nanyang Tecnological University Singapura mengawali karirnya sebagai Head of operations Shopee, kemudian menjadi Head of Business Development selama tiga tahun. Di Februari 2018, ia dipercaya untuk mengisi posisi Direktur di e-commerce yang sedang merintis di Asia Tenggara ini.

Di usianya yang milenial, Christin juga memiliki karakter kepemimpinan yang milenial. Kolaboratif menjadi gayanya memimpin. “Konsep leadership itu adalah bagaimana caranya menyatukan semua orang dari berbagai kalangan dan membuat mereka berkontribusi,” terang Christin, seperti dikutip dari Kumparan.com.

Christin sangat mengetahui karakter milenial yang suka bekerja secara dinamis. Di Shopee ia selalu mengusahakan agar karyawannya selalu mendapatkan pelajaran baru. Christin akan memberikan kesempatan untuk para staffnya mengisi posisi baru yang cocok untuk para milenial. Sehingga mereka bisa terus berproses.

Perempuan asal Medan ini pun memotivasi para perempuan untuk mendorong dirinya sendiri, tidak boleh menunggu orang lain. Untuk memperoleh itu, diperlukan kerja keras dan hal-hal lain di luar pekerjaan.Seperti keluarga, kesehatan, interaksi dan hal-hal lain.

Ia berpesan, perempuan jangan membatasi diri apa lagi mendiskriminasi diri sendiri. Menjadi ambisius itu perlu untuk mencapai tujuan yang diincar.

Leonika Sari

Apakah kalian pernah mendengar aplikasi Re-blood? Re-Blood merupakan start up yang focus pada donor darah. Perusahaan rintisan ini, ternyata di bangun oleh perempuan loh, yakni Leonika Sari, founder sekaligus CEO Re-Blood.

Wanita yang memiliki cita-cita sebagai seorang dokter ini, kini lebih dikenal sebagai bos Start Up. Memiliki minat pada pelajaran Biologi sejak SMA, Leonika akhirnya menyatukan antara hobi menyukai teknologi dan biologi untuk membangun sebuah start up.

Di 2015, ia akhirnya secara resmi mendirikan Re-Blood sebuah start up yang mendorong lebih banyak orang untuk melakukan donor darah. Tidak tanggung-tanggung, dia langsung di mentori oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini untuk mengembangkan Start Up miliknya.

Cita-cita Leonika mendirikan Re-Blood untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik dengan menyelamatkan lebih banyak nyawa dari donor darah. Dia berharap, di masa-masa mendatang, tidak ada lagi orang-orang yang meninggal akibat terlambat dalam transfuse darah.

Leonika menjadi salah satu wanita yang sukses mendirikan perusahaan rintisan. Kiprahnya bahkan diakui oleh majalah Forbes sebagai pemuda berprestasi di bawah 30 tahun dalam kategori healthcare & science.

Cyntia Tenggara

Pernah dengar istilah katering online? Cyntia Tenggara merupakan salah satu pendiri start up katering online yang namanya sudah cukup besar saat ini, yakni Berrykitchen.com. Berrykitchen didirikan oleh Cyntia karena kekecewaan dirinya terhadap catering perusahaan tempat ia bekerja. Ia menganggap katering yang disuguhkan menunya sangat membosankan dan rasanya tidak terlalu enak.

Meskipun tidak memiliki bakat memasak, Cyntia berhasil mendirikan sebuah start up kuliner dengan meyediakan catering online yang menyasar para pekerja kantoran yang ingin makan siang dengan harga terjangkau.

Di tangan Cyntia, kini Berrykitchen menjadi salah satu Start Up kuliner catering online terbesar di Jakarta. Berdiri pada 2012 dengan 5 karyawan, kini Berrykitchen sudah memiliki 100 karyawan lebih. Bahkan di April 2019 Berrykicthen sudah di akuisisi oleh Yummybox. Tentunya semua ini tidak terlepas dari jelihnya Cyntia dalam melihat peluang bisnis. Bahkan sekarang Cyntia menjadi salah satu wanita pemimpin perusahaan rintisan di Indonesia.

Diajeng Lestari

Nama dan sosok dari Diajeng Lestari mungkin sudah cukup dikenal, dibandingkan pemimpin perusahaan rintisan lainnya yang sudah di ulas di atas. Diajeng Lestari cukup dikenal, karena sosoknya sering muncul dan merupakan istri dari pendiri perusahaan Unicorn Indonesia Bukalapak, Achmad Zaki.

Diajeng Lestari merupakan Owner Hijup.com e-commerce fashion muslim pertama di Indonesia yang didirikan pada 2011. Hijup tercatat sebagai Islamic fashion e-commerce pertama di dunia.Wah keren bukan?

Bagaimana kisah sukses Diajeng hingga membawa Hijup sebagai e-commerce muslim terbesar di Indonesia? Di awali saat masih berstatus sebagai pegawai kantoran, Diajeng merasa sulit menemukan busana muslim kekinian. Sedangkan, perusahaan tempat ia bekerja mengharuskan Ia bekerja harus fashionable meskip menggunakan hijab.

Akhirnya, dari pengalaman tersebut membuat Diajeng menemukan peluang untuk mendirikan bisnis dengan nama Hijup. Menurut Diajeng, di 2011 sudah cukup banyak brand-brand baju muslim dan desainer busana muslim. Tetapi semuanya tidak memiliki system yang baik.

Di tangan Diajeng, Hijup menjelma menjadi Start Up besar hingga dianggap sebagai perusahaan e-commerce fashion muslim terbesar di dunia.

Aulia Halimatussadiah

Nama Aulia Halimatussadiah merupakan sosok yang inspiratif. Namanya cukup terkenal di kalangan penulis Indonesia. Karena ia merupakan pendiri start up Nulisbuku.com, perusahaan rintisan yang berfokus untuk membantu para penulis-penulis indie yang ingin menerbitkan buku.

Karena ia merasa, untuk menerbitkan buku bagi para penulis indie cukup sulit. Akhirnya ia bersama sahabatnya mendirikan nulisbuku.com untuk memudahkan para penulis menerbitkan karya-karyanya.

Tidak hanya samapi disitu, Nulisbuku.com juga akan mempromosikan buku-buku yang telah di terbitkan tersebut. Baik melalui social media, maupun website promo dan kutukutubuku listing.

Ketujuh wanita di atas merupakan wanita-wanita inspiratif yang bisa bersaing dengan para laki-laki di perusahaan rintisan. Menjadi wanita, bukan berarti tidak bisa bersaing dan mampu mendirikan perusahaan start up. Kedelapan wanita di atas menjadi bukti bahwa mereka juga bisa mendirikan dan meng-inspirasi untuk bisa mendirikan perusahaan rintisan sendiri.

Share With:
Rate This Article