33 C
Jakarta
September 29, 2020
Insight

Penting! Indonesia Menjelang Resesi, 6 Persiapan Menghadapi Resesi untuk Milenial

e-book

Istilah resesi semakin kencang di gaungkan. Apa lagi setelah Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2020 mengalami minus 5,32 % year on year (yoy). Angka ini memburuk dibandingkan kuartal I 2020. Indonesia memang belum resesi, karena pertumbuhan ekonomi Indonesia terbilang positif. Tapi isu resesi masih berhembus kencang. Lalu bagaimana menghadapi resesi untuk milenial?

Mengapa anak milenial? Saat ini, masyarakat produktif Indonesia adalah anak-anak milenial. Kalau membahas mengenai generasi orang tua kalian, mereka mungkin sudah mengalami dampak pahit dari kejadian semacam resesi, seperti krisis di 1998 dan 2008. Kalau kamu, saat itu mungkin belum merasakan bagaimana sulitnya mencari uang dan pekerjaan. Hanya UMKM yang katanya mampu bertahan menghadapi krisis tersebut.

Pandemi Covid-19 memang belum bisa dikatakan berakhir. Meskipun Pemerintah telah melonggarkan beberapa aturan terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sehingga orang-orang bepergian, terutama via darat semakin banyak. Pariwisata kembali bangkit, dan industri pariwisata yang tadinya paling terpuruk, kini kembali bangun.

Kegalauan Keuangan

Mungkin saat ini, kamu sedang mengalami kegalauan. Dimana saat masa-masa ekonomi tengah merosot, Pemerintah terus memberikan dana subsidi kepada para pekerja bergaji dibawah Rp 5 juta sebesar Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan. Dana talangan ini, diharapkan Pemerintah untuk meningkatkan konsumsi masyarakat Indonesia.

Di sisi lain, pandemi Covid-19 yang belum usai hingga kini membuat perekonomian menurun. Para pakar keuangan pun meminta agar masyarakat untuk menyimpan uang serta menggunakan uang sebaik-baiknya dan hindari sifat konsumtif.

Lalu bagaimana agar para milenial bisa menghadapi resesi. Apa saja tindakan yang harus dilakukan agar mampu terhindar dari keterpurukan di masa resesi jika benar-benar terjadi. Berikut beberapa panduan yang harus kamu lakukan serta persiapan menghadapi resesi untuk milenial.

Dampak Resesi

Mengutip dari Vice Indonesia, pakar keuangan Prita Hapzari Ghozie menjelaskan mengenai keresahan anak muda terhadap resesi jika hal tersebut betul-betul terjadi. “Dampak resesi yang sangat dikhawatirkan adalah merosotnya perekonomian berdampak berkurangnya lapangan kerja, peluang usaha, dan lainnya. Buat para mahasiswa atau anak muda, dampaknya bisa jadi mirip dengan tahun 1998, dimana orang tua mengalami masalah (PHK dan bisnis turun), karena mereka tidak bisa provide biaya hidup dan pendidikan seperti sebelumnya,” terang Prita.

Buat fresh graduate, lapangan kerja tidak akan sebanyak seperti masa sebelum pandemi dan harus bersaing dengan angkatan kerja yang sudah berpengalaman. Disinilah pentingnya para milenial bisa mengerti dan bagaimana menghadapi resesi jika memang benar-benar terjadi.

Langkah-Langkah Menghadapi Resesi Untuk milenial

Cek Keuangan Sekarang

Sebelum melihat ke depan, kamu sebaiknya melihat kondisi keuangan kamu saat ini. Bersyukurlah bagi kamu yang masih memiliki pekerjaan dan tetap digaji seperti sedia kala, kamu harus mampu lebih kreatif dalam memanfaatkan uang yang kamu punya.

Sebaiknya, kalau kamu masih memiliki pekerjaan, cobalah untuk memanfaatkan mencari penghasilan tambahan untuk memperkuat keuangan kamu. Kamu harus mampu membuka kran-kran penghasilan lain, bisa dari hobi terlebih dahulu. Cobalah manfaatkan berbagai peluang yang ada.

Kamu juga bisa bergabung menjadi Accurate.Partners untuk mendapatkan penghasilan tambahan yang cukup mudah. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Accurate Digital Partners kamu bisa langsung klik banner dibawah ini.

Posting dapat duit

Dana Darurat

Banyak milenial yang tidak memiliki dana darurat. Selagi kalian masih memiliki penghasilan dari pekerjaan saat ini. Cobalah untuk memiliki dana darurat. Dana ini penting untuk keberlangsungan hidup jika ada hal-hal darurat terjadi.

Keberadaan dana darurat memang belum banyak dipikirkan oleh milenial. Biasanya angkanya bisa mencapai 6 kali dari pengeluaran bulanan. Dengan adanya dana darurat, tabungan tidak akan mudah terpakai saat terjadi hal-hal darurat. Seperti PHK, sakit, dan kondisi darurat lainnya.

Menabung Sebelum Berbelanja

Menabunglah sebelum kamu berbelanja. Sering sekali milenial lebih mementingkan hal-hal konsumtif dibandingkan harus menabung terlebih dahulu. Banyak milenial yang lebih memilih menabung setelah berbelanja. Di masa pandemi seperti sekarang, sebaiknya kamu memperbanyak menabung dibandingkan berbelanja.

Lebih baik untuk menabung demi menyiapkan masa depan, dibandingkan harus hidup konsumtif demi hal-hal yang diinginkan saat ini. Sebaiknya lebih memilih menyiapkan masa depan, Menabung juga bisa membuat kamu terhindar dari krisis dan kemiskinan.

Cermat Dalam Berbelanja

Cobalah di kondisi seperti sekarang, kamu sebaiknya menahan untuk berbelanja hal-hal yang tidak dibutuhkan. Ada smartphone terbaru, jangan langsung membelinya. Jika smartphone lama masih bisa digunakan, gunakanlah dengan bijak.

Tidak perlu membeli yang tidak dibutuhkan. Berbelanjalah sesuai kebutuhan dan tidak perlu berbelanja yang memang tidak diperlukan sama sekali atau sekedar keinginan untuk memiliki saja. Buatlah anggaran dengan baik, agar kamu bisa memantau setiap pengeluaran yang kamu lakukan kedepannya.

Lunasi Hutang

Salah satu persiapan menghadapi resesi dengan melunasi segala hutang yang kamu miliki. Saat ini waktu yang tepat untuk kamu melunasi segala hutang. Apabila resesi benar-benar terjadi, tentu kamu tidak akan memiliki beban. Keuangan yang ada bisa dimanfaatkan untuk kehidupan di masa-masa selanjutnya.

Ketika kondisi krisis, jangan juga malah menambah hutang apabila tidak dalam kondisi mendesak. Kalau berhutang, usahakan berhutang pada hal-hal yang bisa menaikan nilai keuangan kamu di masa depan. Tapi sebisa mungkin untuk tidak berhutang dalam kondisi seperti saat ini.

Bantu Orang Sekitar

Apabila kondisi keuangan kamu masih dalam kondisi yang baik, tetapi ada rekan atau tetangga yang kurang beruntung. Seperti kehilangan pekerjaan atau di PHK, lalu mereka berjualan inilah saatnya kamu membantu mereka dengan membeli produk mereka. Jika kamu tidak berminat atau tidak mampu membeli juga, kamu bisa membantu untuk menyebarkan informasi jualan tanpa harus meminta sesuatu dari rekan kamu tersebut.

Mungkin itu saja persiapan resesi untuk milenial yang bisa dilakukan dari Accurate.partners. Sebelum semua terlambat, mungkin tips di atas bisa membantu kamu untuk tetap survive selama masa pandemi berlangsung hingga masa pandemi usai.

Kalaupun resesi telah berakhir dan kondisi perekonomian kembali pulih, kamu harus tetap memiliki dan menjaga kondisi keuangan dengan baik. Biasakan untuk selalu menabung dan menjaga keuangan. Jika ada kesempatan untuk mengembangkan karir atau ada trainng untuk menambah kemampuan, ikutilah demi melatih kemampuan lebih baik lagi.

Artikel Terkait

Indonesia Terancam Resesi, 6 Persiapan Menghadapi Resesi

rumi

Leave a Comment