5 Tips Agar Resolusi Tahun Baru Bisa Tercapai dengan Mudah

Sudah punya resolusi? Kalau sudah apa kamu yakin bisa mewujudkan resolusi tersebut hingga akhir tahun ini? Karena menurut penelitian 60 persen manusia bersemangat membuat resolusi di awal tahun. Hanya 8 % yang berhasil mencapainya. Bagaimana agar resolusi tahun baru terwujud?

Memang mencapai sebuah resolusi tidak mudah. Ketika menuliskan sebuah resolusi, kamu harus yakin untuk mewujudkan resolusi tersebut. Hampir semua orang menuliskan resolusi tahun baru. Namun memasuki bulan Februari, resolusi yang telah ia tulis terlupakan. Bahkan ada yang tiba-tiba merubah resolusi.

Kita akan bahas sedikit, mengapa resolusi yang teman-teman catat bisa gagal. Apa sebenarnya kendala dan penyebab resolusi ini gagal. Mengutip dari Tirto.id yang di kutip dari The New York Times, sepertiga resolusi telah dibuat tidak bertahan hingga Februari. Kegagalan resolusi disebabkan oleh:

  • Resolusi dibuat berdasarkan keinginan orang lain (baik orang tua, atau teman)
  • Terlalu Kabur dan samar (abstrak)
  • Tidak memiliki rencana realistis untuk mencapai resolusi

Dalam membuat resolusi, terdapat beberapa cara. Agar resolusi dan rencana menggapai resolusi tersebut tercapai. Yakni dengan konsep SMART yang merupakan akronim dari specific (spesifik), measurable (terukur), achievable (bisa diraih), relevant (relevan), time-bound (batas waktu). Kita akan ulas masing-masing:

Spesifik

Ketika kamu menuliskan resolusi, kamu harus membuatnya benar-benar jelas dan spesifik. Sehingga kamu bisa mengetahui apa aja yang harus kamu lakukan untuk mewujudkan resolusi yang kamu miliki. Misal, kamu ingin belajar bahasa asing.

Setelah kamu menuliskan hal itu, kamu harus melakukan rencana untuk melakukan hal tersebut. Kamu harus tahu bagaimana agar kamu bisa berbahasa asing. Misal, setiap jam 8 malam, kamu harus menghafal beberapa kosakata baru dari bahasa yang kamu pelajari. Atau setiap malam kamu menuliskan sebuah kalimat dalam bahasa asing yang sedang kamu pelajari.

Terukur (Measurable)

Setiap resolusi yang kamu tetapkan, harus terukur dan kamu harus catat ukuran tersebut. Ketika kamu memiliki resolusi untuk bisa berbahasa asing, maka kamu wajib mencatat. Berapa kosa kata yang sudah kamu hafal, tense apa saja yang sudah benar-benar kamu pahami, hingga seberapa cepat kamu menerjemahkan suatu kalimat.

Ketiga hal itu bisa menjadi ukuran kamu dalam mengukur resolusi yang telah kamu tetapkan di awal tahun.

Bisa Diraih (Achievable)

Buat resolusi yang bisa dicapai atau realistis, jangan hal yang muluk-muluk. Misal kamu ingin memiliki rumah seharga Rp 1 milliar dalam tahun ini. Dengan penghasilan kotor kamu dalam satu bulan Rp 10.000.000. Tentunya angka ini akan sangat sulit dilakukan.

Kecuali, kamu mungkin memiliki pendapatan lain di atas Rp 20 juta mungkin ini bisa membantu kamu. Anggaplah, Kamu ingin memiliki rumah seharga Rp 1 M dengan jangka waktu cicilan 15 tahun. Maka uang cicilannya sekitar Rp 7,5 – Rp 8 juta setiap bulan. Kalau penghasilan kamu hanya Rp 10 juta dalam satu bulan, tentunya tidak bisa. Untuk itu Anda harus memiliki pendapatan di atas Rp 10 juta setiap bulannya.

Relevan (Relevant)

Coba pastikan lagi, apakah resolusi yang kamu buat. Benar-benar kamu butuhkan. Jika tidak, maka kamu akan merasa sulit dengan resolusi tersebut. Pastikan kembali resolusi tersebut bukan sesuatu atas dasar penyesalan kepada diri sendiri, karena itu bukan alasan yang tepat. Malah, jika hal itu dilakukan, resolusi akan sulit tercapai.

“Tetapi jika kamu membangun suatu proses yang mendorong kamu berpikir lebih keras, tentang apa yang baik untuk kamu dan mengubah hidup kamu, maka saya pikir kamu memiliki kesempatan untuk mewujudkan resolusi itu,” kata Dr Michael Bennett, seorang psikiater dan penulis.

Batas Waktu (Time bound)

Untuk mencapai resolusi tersebut, kamu harus memiliki batas waktu. Batas waktu tersebut haruslah benar-benar diukur. Sehingga kamu memiliki deadline untuk setiap resolusi yang dilakukan setiap tahun ini. Hingga benar-benar bisa kamu terapkan.

Misal, kamu ingin menikah di 2020. Kamu harus memiliki batas waktu, kapan itu kamu lakukan. Sehingga semua bisa dijalankan dengan mudah dan bisa segera direalisasikan.

Ketika kalian membuat resolusi. Fokuslah pada hal-hal kecil yang bisa dijalankan secara bertahap. Tidak perlu langsung membuat hal yang besar secara langsung. Mencapai resolusi, jika tidak konsisten memang akan sangat menyulitkan. Sehingga mudahkan kalian untuk menyusun resolusi secara bertahap dan mulai dari hal kecil.

Share With:
Rate This Article

Leave A Comment