28.1 C
Jakarta
March 1, 2021
Insight

Resesi Tiba! Gak Usah Panik, Begini Strategi Menghadapi Resesi

e-book

Sejak awal bulan, kita selalu digembor-gemborkan dengan issue bahwa Ibu Pertiwi mengalami resesi. Memang kali ini, tidak terlalu terlihat, karena kegiatan ekonomi masih berjalan seperti biasa. Hanya saja mengalami perlambatan. Tetapi sebagian dari keluarga, sahabat, dan keluarga kita sudah di rumahkan hingga di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) di tempat mereka bekerja. Lalu bagaimana dengan Anda? Apakah saat resesi sudah saatnya menambah penghasilan dan menjaga pengeluaran atau ada strategi menghadapi resesi lainnya yang Anda lakukan?

Pandemi yang tak kunjung henti, membuat siapapun harus berpikir ulang mengenai rencana yang telah tercatat. Belum lagi, ada perubahan gaya hidup selama pandemi ini, membuat pikiran bahwa hidup harus berubah. Disamping itu, banyak juga dari Anda para pembaca yang mengalami penurunan penghasilan. Bagaimana caranya agar tetap bertahan di tengah resesi ini.

Pengelolaan Uang Saat Resesi

Sudah jauh-jauh hari sudah diingatkan untuk bersiap dalam menghadapi resesi di tahun ini. Namun, terlihat masih banyak masyarakat Indonesia yang terlihat santai dengan kondisi ekonomi yang terjadi. Padahal kita sudah waktunya menyusun strategi menghadapi resesi demi menjaga keuangan keluarga dengan baik.

Terlihat setiap ada libur panjang, masyarakat Indonesia tetap melakukan perjalanan wisata. Terbukti dari peningkatan keberangkatan transportasi umum di berbagai kota. Termasuk di long weekend akhir Oktober 2020. PT Kereta Api Indonesia mengungkapkan menambah jumlah perjalanan 13% untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di long weekend. Bahkan untuk tujuan tertentu pada 28-29 Oktober 2020 tiket kereta sudah habis terjual .

Tidak hanya kereta api, masyarakat yang bepergian dengan pesawat pun di prediksi meningkat. Hal ini menunjukan meskipun resesi dan masih dalam kondisi pandemi, masyarakat Indonesia masih senang untuk menghabiskan uangnya untuk berwisata.

Di sisi lain, ada beberapa golongan masyarakat yang mengalami pengurangan pendapatan. Apa lagi disisi lain masyarakat selama pandemi harus memiliki pengeluaran ekstra. Seperti :

  • Membeli makanan bergizi
  • Menyediakan hand sanitizer
  • Membeli masker
  • Membeli obat-obatan

Dimana itu adalah hal yang cukup penting. Meskipun pendapatan berkurang, keempat hal tersebut harus tersedia di setiap rumah. Membuat beberapa orang harus menghabiskan banyak uang untuk membeli keperluan tersebut. Pasti Anda mengalami hal ini bukan?

Antara Memperbanyak Pemasukan atau Meminimalkan Pengeluaran?

Muncul beberapa pemikiran dibenak Anda. Memang tidak salah kedua hal ini. Sering sekali disaat masa-masa krisis keuangan, akan ada dua pemikiran. Memperbanyak pemasukan atau menahan pengeluaran. Keduanya harus dipahami oleh Anda dan bagaimana kebutuhan untuk Anda beserta keluarga sehingga strategi menghadapi resesi bisa dijalankan dengan baik.

Kalau pendapatan Anda memang tidak ada perubahan, pekerjaan Anda masih seperti sebelum pandemi. Anda harus banyak bersyukur. Apa lagi ketika kondisi keuangan masih sehat-sehat saja. Apabila kondisi keuangan sudah tidak sehat, apa yang harus Anda lakukan?

Mencari Sumber Pemasukan Lain

Bagaimana untuk memperbanyak pemasukan tentu harus Anda pikirkan. Banyak orang yang merasa sulit mendapatkan pemasukan tambahan. Apa lagi ketika mereka merasa tidak memiliki skill yang mumpuni dan hanya menguasai satu bidang saja.

Memang sih salah satu hal yang harus Anda pahami untuk memperbanyak pemasukan, Anda harus pintar dalam upgrade skill. Jangan sampai di saat pandemi atau krisis, Anda stuck karena hanya memiliki satu ilmu saja. Banyak orang yang merasakan stuck tidak bisa melakukan kegiatan atau pekerjaan lain, dikarenakan tidak memiliki ilmu.

Anda bisa coba menemukan beberapa ide side hustle pada artikel Ide Side Hustle yang Patut Dicoba.

Semoga itu bisa menjadi inspirasi Anda dalam menambah penghasilan ditengah resesi seperti saat ini. Tidak mudah mendapatkan penghasilan di tengah pandemi. Disaat banyak masyarakat yang juga menahan uang demi menjaga stabilitas keuangan mereka. Tetapi apapun yang terjadi, masih ada peluang untuk Anda mendapatkan hasil yang baik.

Trik Mendapatkan Sumber Pemasukan

  • Analisa keterampilan Anda
  • Belajar hal baru
  • Manfaatkan Relasi

Ketiga hal tersebut bisa menjadi modal untuk menambah penghasilan diluar dari kegiatan pekerjaan utama Anda. Banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk bisa terhindar dari resesi. Tetapi jangan sampai membuat diri Anda malah berdiam diri tanpa melakukan kegiatan apapun.

Mengurangi Pengeluaran

Salah satu strategi menghadapi resesi adalah dengan mengurangi pengeluaran Anda. Memang ini agak sulit, tetapi sebenarnya sangat mudah dilakukan. Asalkan Anda memang benar-benar mau untuk mengurangi gaya hidup Anda. Ini adalah kunci untuk bisa menjaga stabilitas keuangan selama resesi.

Ada berbagai strategi untuk memangkas pengeluaran demi menambah penghasilan ataupun sebaliknya. Memang diawal akan berat. Tetapi mungkin ini bisa menjadi solusi untuk Anda lakukan.

Tidak sulit sebenarnya. Anda bisa mencoba untuk membuat anggaran, mencatat pengeluaran, dan selalu melakukan evaluasi keuangan setiap hari bahkan setiap Minggu. Ini adalah hal sederhana dalam menerapkan strategi menghadapi resesi.

Tentu jika Anda telah memiliki pasangan, silahkan untuk segera membahas hal ini kepada pasangan. Supaya Anda dan pasangan menyiapkan strategi menghadapi resesi atas kesepakatan bersama. Tentu ini akan memudahkan Anda menyiapkan dana selama masa krisis.

Alokasikan Pengeluaran

Anggaran Prioritas

Anda harus bisa membuat anggaran khusus yang memang menjadi prioritas pengeluaran. Dana ini merupakan dana kebutuhan sehari-hari, dana untuk membayar cicilan, maupun pembayaran tagihan.

Anggaran prioritas menjadi anggaran penting. Anda bisa memisahkan anggaran ini dalam tiga kolom tersebut. Sehingga Anda bisa melihat berapa banyak pengeluaran yang harus Anda keluarkan untuk dana prioritas.

Salah satunya dengan menyiapkan dana tersebut. Anda juga bisa menarik seluruh dana di rekening, dan Anda memegang dana cash untuk segala kebutuhan rumah tangga. Cara ini juga lebih aman untuk menghindari godaan diskon dan iklan untuk belanja lainnya.

Dana Rencana

Apa Anda tahu dana rencana? Dana ini merupakan dana yang mungkin Anda siapkan untuk membeli sesuatu yang masih dalam rencana. Seperti untuk liburan bersama keluarga, asuransi, hingga rencana untuk membeli rumah baru atau kendaraan baru.

Cobalah untuk menahan hal tersebut, jika kondisi belum stabil. Apa lagi dana masih diperuntukan untuk sekedar rencana.

Tabungan dan Dana Darurat

Dalam mencatat anggaran keluarga, salah satu strategi menghadapi resesi adalah dengan menyiapkan tabungan dan dana darurat. Anda harus bisa menyisihkan pemasukan sebagai tabungan dan dana darurat.

Banyak orang yang saat ini belum fokus untuk menabung, padahal ini penting untuk menjaga keuangan di masa pandemi seperti saat ini. Dana darurat juga sangat penting untuk menjaga-jaga jika ada sesuatu hal darurat yang terjadi. Tentu tabungan dan dana darurat adalah kedua hal yang berbeda. Anda tidak boleh menyamakan keduanya.

Nah sebenarnya hanya hal-hal tersebutlah strategi menghadapi resesi yang cukup tepat. Hal terpenting, Anda harus mampu untuk bisa tetap bertahan selama krisis melanda. Memang ini akan sulit, tetapi jika Anda melakukannya dengan sungguh-sungguh, Anda akan tetap bertahan dalam kondisi apapun dan Anda siap dalam menghadapinya.

CTA

Artikel Terkait

5 Pola Pikir Berkembang Dalam Menghadapi Masa Krisis

rumi

7 Olahraga Selama Pandemi yang Digemari Masyarakat Indonesia

rumi

Penting! Indonesia Menjelang Resesi, 6 Persiapan Menghadapi Resesi untuk Milenial

rumi

Leave a Comment