Wajib Di Contoh! Kisah 3 Orang Sukses Berbisnis Setelah Di-PHK

Siapa sih yang ingin di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja)? Meskipun tidak ingin di PHK, setiap karyawan tidak pernah tahu mengenai keputusan manajemen. Sering sekali, PHK dianggap sebagai awal dari sebuah kehancuran dalam hidup seseorang. Tetapi tidak pada tiga orang Sukses berbisnis berikut ini. Mereka sukses dari bisnis setelah di PHK.

PHK memang sesuatu yang menyakitkan bagi semua orang yang mengalaminya. Tetapi tidak selalu PHK menjadi akhir dari segalanya. Banyak orang di luar sana setelah merasakan nikmatnya PHK, mereka malah mendapatkan hasil luar biasa. Bahkan, kini hasil pencapaian dan dirinya bisa dirasakan oleh sebagian besar masyarakat.

Orang-orang ini sukses berbisnis, setelah mereka di PHK. Siapa saja mereka. Yuk kita bahas satu per satu. Bagaimana mereka bisa sukses seperti saat ini setelah di PHK oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Namun itu tidak menjadikan mereka putus semangat.

Donald Sihombing

“Saya Setiap Hari Bekerja 20 Jam”

Photo: Hitabatak.com

Nama Donald Sihombing mungkin tidak familiar. Tetapi proyek-proyek asal garapannya, pasti Anda kenal jelas. Donald Sihombing, pernah masuk jajaran orang terkaya di republik ini. Ia bertenger pada urutan ke 14 pada 2019, sebagai orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan mencapai Rp 19 triliun. Donald merupakan orang sukses berbisnis setelah di PHK loh.

Donald Sihombing merupakan pendiri dan pemilik saham terbesar PT Totalindo Eka Persada, Tbk dengan kepemilikan saham mencapai 61%. PT Totalindo Eka Persada, Tbk merupakan perusahaan konstruksi di Indonesia. Kiprahnya tidak diragukan lagi.

Kesuksesan awal dari Perusahaan yang didirikan oleh Donald yakni pembangunan Mall Taman Anggrek milik Mulia Grup sebagai superblock terbesar di Asia Tenggara. Setelah berhasil membangun Taman Anggrek, masih dengan konsumen yang sama, PT Totalindo Eka Persada, Tbk mendapatkan proyek membangun Hotel Mulia Senayan.

Kesuksesan itu akhirnya membuat perusahaan milik Donald mendapatkan mega proyek untuk membangun gedung-gedung elite yang mungkin pernah saya dan Anda kunjungi. Sebut saja Grand Indonesia  West Mall, Kalibata City, dan gedung lainnya.

Pernah Di PHK

Tak disangka, meskipun saat ini hartanya triliunan rupiah, bukan berarti Donald mendapatkannya dengan mudah. Ternyata dia pernah di pecat oleh perusahaan tempat ia bernaung. Padahal, Donald merupakan karyawan paling rajin saat itu, memiliki loyalitas luar biasa, terkadang ia bekerja hingga 20 jam. Kalau Anda, gak pernah kerja total untuk perusahaan, pas di pecat marah-marah enga karuan. Wah gawat sih.

Saat itu, Donald bekerja di PT Total Bangun Persada, Tbk. Peristiwa pada 24 April 1995 pukul 10.00 menjadi hari yang mungkin tidak pernah terlupakan oleh Donald. Akibat dituduh melakukan hal yang tidak pantas, padahal bukan dirinya yang melakukan, membuat Donald di pecat. Dan saat di pecat ia mendapatkan pesangon sebesar Rp 10,8 juta.

Ternyata uang pesangon yang Donald dapatkan, ia gunakan untuk mendirikan perusaan konstruksi PT Totalindo Eka Persada, Tbk. Setelah mendapatkan telepon dari Djoko S Tjandra, pendiri Grup Mulia. Donald diminta untuk melanjutkan proyek Mall Taman Anggrek, tanpa pikir-pikir atas pengalamannya di PT Total Bangun Persada, Tbk ia menyanggupi permintaan Djoko.

Ternyata, itu menjadi awal bisnisnya menjadi besar hingga sekarang. Bahkan Perusahaan Donald memiliki rekor merampungkan struktur bangunan hanya dalam waktu enam bulan, saat mengerjakan proyek Hotel Mulia Senayan. Rekor yang belum pernah dicapai oleh perusahaan lain di Indonesia.

Meskipun tidak memiliki keturunan pengusaha, Donald merupakan lulusan teknik sipil dari University of Akron Ohio, Amerika Serikat. Bahkan ia sempat bekerja di perusahaan luar negeri seperti Shimizu Contractors (1985-1986), Balfour Beatty Sakti (1986-1990), dan PT Total Bangun Persada (1990-1995). Dengan memiliki pengalaman di tiga perusahaan tersebut, Donald membangun Totalindo. Hingga sekarang PT Totalindo menjadi perusahaan konstruksi besar di Indonesia.

Rangga Umara

“Alasannya Sederhana, Saya Suka Makan”

Photo: Maxmanroe.com

Nama kedua ini memang juga tidak begitu dikenal oleh Anda. Tapi mungkin Anda pernah mencicipi makan di restoran miliknya. Rangga Umara adalah seorang pengusaha pecel lele. Tapi bukan pecel lele biasa, dia adalah pemilik dari Pecel Lele Lela.

Meskipun nama Rangga, tidak masuk dalam jajaran orang terkaya di negeri ini, tapi inspirasi Rangga bisa menjadi pelajaran untuk kita semua. Rangga membangun Pecel Lele Lela lebih dari 10 tahun, kini omzet dari seluruh store milik Pecel Lele Lela mencapai miliaran rupiah.

Sukses Berbisnis Setelah PHK

Rangga ternyata memiliki nasib yang sama dengan Donald Sihombing, dirinya merupakan korban PHK. Rangga di PHK pada tahun 2006, padahal posisinya sebagai seorang manager. Gosip PHK telah berhembus lama saat itu, namun Rangga tidak berdiam diri. Setelah ia tahu kabar tersebut, Rangga mempersiapkan untuk membangun bisnis sebelum di PHK.

Kala itu, Rangga tidak langsung mendirikan Pecel Lele Lela, tetapi dirinya terlebih dahulu untuk berbisnis penyewaan komputer. Apa daya, bisnisnya gagal. Dari kegagalan tersebut, Rangga akhirnya mencari bisnis lain, lalu ia memulai bisnis kuliner.

“Alasannnya sederhana, saya suka makan,” terang Rangga seperti dikutip dari berbagai sumber. Dari situ Rangga memilih untuk bisnis Pecel Lele Lela. Selain itu, Rangga juga ingin membawa lele menjadi makanan yang berkelas. Karena, ia merasa ketika makan di restoran sangat sulit menemukan menu lele.

Bermodalkan uang Rp 3 juta hasil dari menjual jam tangan, ponsel, dan berbagai barang di rumahnya. Rangga merintis usahanya tersebut, dengan menyewa ruko 3×3 di bilangan Jakarta Timur.

Membangun bisnis memang tidak  dapat dilakukan sehari dua hingga sebulan saja, Rangga sempat merasakan bagaimana hanya mendapatkan untung Rp 20 ribu dalam satu hari. Bahkan pernah mencapai defisit pada angka Rp 200 ribu. Kala itu, yang makan di tempatnya hanya keluarga.

Bisnis Tak Cuan, Di Usir dari Kontrakan

Tak kunjung mendapatkan keuntungan, membuat Rangga harus berhutang kesana kemari untuk menghidupi keluarganya.Ia dan istri sempat diusir dari kontrakan, karena tidak mampu membayar sewa. Hingga membawa keluarga untuk tinggal di rumah mertua. Mertuanya bahkan menganggap bahwa Rangga tidak mampu menghidupi keluarganya.

Setelah kejadian tersebut, Rangga berpikir keras untuk memajukan bisnisnya. Akhirnya dia menemukan formula baru untuk bisnis lele nya. Yakni menjadikan lele sebagai makanan yang disukai banyak orang, dengan menu yang berbeda.

Racikan menu lele milik Rangga berhasil disukai banyak orang. Hingga membuat perbedaan Pecel Lele Lela dengan warung pecel lele lainnya. Dimana Rangga memiliki menu lele fillet, lele saos padang, dan lele goreng tepung.

Tidak hanya dari menu, Rangga meminta semua pelayannya untuk mengucapkan “selamat pagi” kepada seluruh pengunjung. Serta menggratiskan orang makan di pecel lela saat berulang tahun, dan orang-orang bernama Lela. Strategi tersebut berhasil, dan membuat pecel lele lela kini memiliki omzet miliaran rupiah tiap bulannya dari ratusan outlet yang dimiliki. Membuat Rangga masuk deretan orang sukses berbisnis setelah di PHK.

Tidak hanya itu, ternyata bisnis milik lelaki kelahiran 3 Januari 1979 ini sudah go international loh. Beberapa outletnya dapat kita temui di Negara seperti Malaysia, Singapura, dan Negara-negara tetangga lainnya. Semoga kisah Rangga bisa menginspirasi kita semua dan kita bisa mendirikan sebuah bisnis.

Sandiaga Uno

“Jangan hanya menjadi pelayan atau penonton, tetapi harus menjadi pemain”

Photo: Bloomberg.com

Mungkin nama satu ini tidak asing buat Anda, Sandiaga Salahudin Uno atau Sandiaga Uno merupakan salah satu pengusaha yang cukup tenar di Indonesia. Dia juga menjadi salah satu politisi muda yang digandrungi oleh emak-emak dan anak muda.

Jarang ada yang tahu, kalau Sandiaga pernah di pecat alias di PHK. Meskipun Sandiaga lulusan luar negeri dari Wichita State University di Kansas, Amerika Serikat mengambil Bachelor of Business Administration dan ia kembali kuliah dengan mengambil Master of Business Administration di George Washington University, Amerika Serikat dan lulus dengan predikat cumlaude.

Terkena PHK Karena Krisis Moneter

Setelah lulus, Sandiaga bekerja sabagai Manager Investasi di Seapower Asia Investment Limited. Berselang dua tahun kemudian, Sandiaga kembali merantau ke negeri lebih jauh, Kanada untuk bekerja di NTI Resources Ltd dengan posisi sebagai Executive Vice President.

Krisis moneter yang melanda dunia pada 1997, membawa Sandiaga untuk pulang ke Indonesia dengan status PHK. Namun saat itu, ia mengatakan tidak menyerah. “Saya merasakan bagaimana di PHK dan tidak memiliki pekerjaan sama sekali saat krisis 1998 waktu itu,” kata Sandiaga seperti dikutip dari Suara.com.

Sandi mengatakan, PHK memang menyakitkan. Namun jangan terlalu lama merasa terpuruk. Semua yang terkena PHK harus bangkit dari keterpurukan untuk memperbaiki hidup. Pria kelahiran 28 Juni 1969 pernah mengatakan, “jangan hanya menjadi pelayan atau penonton, tetapi harus menjadi pemain. PHK membangkitkan semangat Sandiaga untuk menjadi seorang pebisnis.”

Akhirnya, Sandiaga mendirikan sebuah perusahaan hingga bisnisnya menggurita. mulai dari pertambangan, infrastruktur, perkebunan, hingga asuransi. Namun, ia tidak berpuas diri, Sandiaga bercita-cita ingin memiliki bisnis di sektor consumer goods.

Tak Langsung Sukses

Sandiaga mengatakan, ketika ia mendirikan usaha saat itu, karyawannya hanya tiga orang. Perusahaan awal yang di dirikan oleh Sandiaga PT Recapital Advisors sebagai perusahaan bidang jasa konsultan keuangan. Namun, Sandiaga tidak mendirikan perusahaan tersebut sendiri. Melainkan bersama rekan SMA-nya Rosan Perkasa Roeslani.

Tak punya trah pengusaha dan pengalaman menjalankan bisnis, membuat perusahaan yang didirikan Sandiaga dan Roeslan stagnan. Banyak calon konsumen dari kalangan perusahaan yang ragu menggunakan jasa perusahaan mereka. Setelah enam bulan berdiri, baru ada satu konsumen yang mau menggunakan jasa perusahaan mereka. Disitulah awal sukses Sandiaga.

Sukses Di Saratoga Investama

Sandiaga menjadi pengusaha yang sukses ketika mendirikan PT Saratoga Investama bersama dengan Edwin Soeryadjaya anak pendiri Astra. Dari sinilah, Sandiaga sukses menjadi pengusaha. Perusahaan ini menjadi perusahaan pengumpul modal.

Modal yang terkumpul dari para investor kemudian digunakan untuk mengakuisisi perusahaan yang memiliki masalah keuangan. Lalu perusahaan tersebut di recovery hingga kinerjanya membaik. Salah satu perusahaan yang berhasil di recovery oleh perusahaan Sandiaga adalah, Bank BTPN.

Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari ketiga orang tersebut. Mereka orang-orang luar biasa, menggali potensi yang ada dan terus bangkit ketika di PHK. Bagi mereka, PHK bukan sesuatu hal yang menyakitkan dan menakutkan. Tetapi jalan terbaik untuk sukses.

Sekarang, buat Anda yang baru saja terkena PHK tak perlu terlalu larut dalam kesedihan. PHK bisa jadi menjadi jalan Anda untuk menatap kehidupan baru. Membangun sebuah kerajaan bisnis untuk bisa lebih sukses dari sebelumnya. Kisah orang sukses berbisnis di atas dapat menginspirasi Anda. Anda akan menganggap PHK bukan menjadi hal yang membuat Anda putus asa.

PHK memang tak dapat di perkirakan, meskipun Anda berada di perusahaan besar. Bukan berarti Anda terhindar dari PHK. Beberapa perusahaan besar di Indonesia, belakangan ini melakukan PHK besar-besaran kepada para karyawan.

Sebelum hal itu terjadi, sebaiknya Anda sudah menyiapkan langkah untuk memulai mencari penghasilan lain, salah satu caranya dengan berbisnis. Berbisnis merupakan satu jalan terbaik untuk memiliki penghasilan tambahan, saat hujan PHK datang, Anda tidak perlu khawatir. Karena Anda sudah memiliki bisnis yang bisa dijalankan. Yang mungkin tidak akan terlalu menganggu keuangan Anda secara signifikan.

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment